Alexa Metrics

Juru Runding dan Pejabat Afghanistan Terbang ke Doha untuk Memulai Pembicaraan Damai dengan Taliban

Juru Runding dan Pejabat Afghanistan Terbang ke Doha untuk Memulai Pembicaraan Damai dengan Taliban Tahanan Taliban yang baru dibebaskan berjalan di penjara Pul-e-Charkhi, di Kabul, Afghanistan, Kamis (13/8/2020). Foto: Antara/National Security Council of Afghanistan/Handout via Reuters/NZ/djo.

indopos.co.id – Para juru runding dan pejabat senior Afghanistan akan terbang ke Doha pada Kamis (3/9/2020), menjelang pembicaraan damai dengan Taliban, setelah mencapai kompromi mengenai pembebasan tahanan Taliban, kata sumber diplomatik dan pemerintah.

Semua kecuali tujuh dari 5 ribu tahanan yang pembebasannya diminta Taliban telah dibebaskan, kata sumber di dewan perdamaian yang ditunjuk pemerintah dan sumber diplomatik di Kabul. Baik pemerintah maupun Taliban menolak berkomentar.

Belum jelas kapan perundingan akan dimulai, tetapi sumber pemerintah mengatakan mereka bisa memulai secepatnya pada Sabtu (5/9/2020).

Mohammad Masoom Stanekzai, kepala tim negosiasi yang diamanatkan pemerintah, mengatakan dalam sebuah cuitan Twitter bahwa kelompoknya akan “segera” memulai pembicaraan damai.

Negosiasi yang ditengahi Amerika Serikat telah terhenti selama berbulan-bulan karena Taliban menuntut pembebasan 5 ribu tawanannya sebagai prasyarat.

Pembebasan gelombang akhir 400 tahanan telah diperdebatkan selama berminggu-minggu sejak pemerintah menyalahkan mereka atas beberapa kekerasan terburuk di negara itu.

Mereka termasuk sejumlah kecil tahanan yang pembebasannya ditolak oleh kekuatan Barat, termasuk Prancis dan Australia, karena keterlibatan mereka dalam serangan terhadap pasukan asing.

Rencananya tujuh tahanan yang tersisa dipindahkan ke Doha dan mereka akan diawasi, kata lima sumber kepada Reuters.

“Tujuh tahanan ini adalah anggota Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan yang ditangkap atas tuduhan serangan ‘hijau di atas biru’. Mereka akan dipindahkan ke Doha,” kata seorang pejabat Afghanistan.

AS telah mencoba menengahi pembicaraan damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban untuk mengakhiri perang 19 tahun sejak Washington menandatangani kesepakatan penarikan pasukan dengan kelompok pemberontak pada Februari.(ant/rmn)

Sumber: Reuters



Apa Pendapatmu?