Alexa Metrics

BKSDA Kalbar Selamatkan Bayi Orangutan

BKSDA Kalbar Selamatkan Bayi Orangutan Petugas Unit Penyelamat Satwa Liar BKSDA Kalbar SKW I Ketapang dan IAR Indonesia menyelamatkan satu bayi orangutan dari Dusun Ampon, Desa Krio Hulu, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang. (Foto: HO IAR Indonesia)

indopos.co.id – Petugas Unit Penyelamatan Satwa Liar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang menyelamatkan bayi orangutan. Penyelamatan dilakukan bersama lembaga konservasi IAR Indonesia di Dusun Ampon, Desa Krio Hulu, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang.

Ketua Umum Yayasan IAR Indonesia Tantyo Bangun menjelaskan bayi orangutan betina itu, sebelumnya dipiara secara ilegal. Pemeliharaan dilakukan warga Dusun Ensayang, Karang Betong, Nanga Mahab, Kabupaten Sekadau. ”Selama dipelihara, Covita dirantai di sebuah rumah walet dan diberi makan nasi, jambu monyet, air gula, dan susu kental manis,” tutur Tantyo, di Pontianak, Rabu (2/9).

Menurut Tantyo, petugas konservasi melakukan perjalanan darat selama delapan jam. Lalu, dilanjut dengan perjalanan memakai perahu motor untuk menyelamatkan bayi orangutan tersebut. Dokter hewan IAR Indonesia kemudian memeriksa kondisi bayi orangutan diperkirakan berusia 2,5 tahun tersebut.

Berdasar pemeriksaan, ditemukan tonjolan pada tulang paha kanan yang diduga merupakan bekas cedera. ”Selain itu, juga menderita penyakit kulit yang membuat sebagian kulitnya mengelupas dan rambutnya rontok di kedua kaki dan punggungnya,” imbuh Tantyo.

Saat ini, bayi orangutan tersebut sudah dibawa ke pusat rehabilitasi satwa IAR Indonesia di Desa Sungai Awan, Kabupaten Ketapang. Selanjutnya, akan dikarantina selama delapan minggu dan diperiksa lebih lanjut kesehatan bayi orangutan tersebut. Untuk memastikan dia tidak membawa penyakit berbahaya bisa menular ke orangutan lain. ”Semoga upaya karantina dan rehabilitasi berjalan dengan baik sehingga bayi orangutan dapat dilepasliarkan ke habitat alam di hutan rimba Kalimantan,” tambahnya.

Kepala BKSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta menjelaskan pemeliharaan satwa liar secara ilegal dapat mendatangkan dampak buruk pada kedua belah pihak. Dari sisi satwa dapat menyebabkan perubahan perilaku alami orangutan. ”Dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan manusia di sekitarnya,” tegasnya. (ant)



Apa Pendapatmu?