Alexa Metrics

IDI Malang Raya Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan secara Ketat

IDI Malang Raya Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan secara Ketat Ratusan warga berjalan kaki memakai masker untuk olah raga di kawasan lapangan Puputan Margarana Renon, Denpasar, Bali, Rabu (2/9). (Foto: Nyoman Hendra Wibowo/foc/ANTARA)

indopos.co.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang Raya meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Itu krusial untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ketua IDI Cabang Malang Raya dr Djoko Heri mengatakan ada empat hal harus diterapkan masyarakat, khususnya pada saat melakukan aktivitas di luar rumah, yang memiliki risiko terpapar Virus Corona. Pertama, selalu gunakan masker dengan baik dan benar. Bukan hanya sekadar menggunakan masker.

Djoko menjelaskan berdasar pengamatannya masih banyak masyarakat tidak menggunakan masker dengan benar. Kondisi itu, memperbesar risiko tertular atau menularkan Covid-19 ke orang lain.

Selain itu, membuka masker untuk waktu cukup lama pada saat berbicara juga memiliki risiko tinggi. Karena itu, masyarakat harus memakai masker secara baik dan benar, yakni menutup mulut dan hidung, saat beraktivitas luar rumah.

”Memakai masker harus menutupi mulut dan hidung,” tutur Djoko, di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), Rabu (2/9).

Selain mengenakan masker, masyarakat juga diminta disiplin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir. Namun, kalau tidak ada tempat untuk mencuci tangan, masyarakat bisa memakai cairan pembersih tangan sementara. Lalu, saat beraktivitas luar rumah, menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain, tetap memakai masker dengan baik dan benar.

”Terakhir, mohon tidak berkerumun. Sejumlah tempat, banyak remaja masih berkumpul, tidak memakai masker. Penularan akan banyak terjadi,” ucap Djoko.

IDI Malang Raya mencatat sebulan terakhir ada 15 dokter positif Covid-19. Jumlah dokter terserang Virus Corona tipe SARS-CoV-2 sejak Maret-Agustus 2020 tercatat 26 orang. Dengan rincian 11 kasus dalam tempo empat bulan, dan 15 kasus satu bulan terakhir.

”Dalam waktu satu bulan, ada 15 orang dokter terpapar, ini luar biasa. APD di rumah sakit sudah cukup lengkap, protokol penanganan juga lengkap, akan tetapi kasus di masyarakat masih tinggi,” beber Djoko.

Tiga dari 15 dokter terserang Virus Corona Agustus meninggal dunia. Empat menjalani perawatan di rumah sakit, dan delapan orang melakukan isolasi mandiri. Dokter-dokter Agustus positif Covid-19, beragam.

Ada yang membuka praktik pribadi, bekerja di klinik atau rumah sakit, dan bertugas di laboratorium. Risiko dokter dan tenaga kesehatan tertular tetap tinggi selama tingkat penularan penyakit di kalangan masyarakat masih tinggi.

”Kalau kasus terus naik, pertahanan rumah sakit juga akan jebol, karena melebihi kapasitas,” ucapnya.

Malang Raya mencakup Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Jumlah akumulatif kasus Covid-19 tercatat 2.381 kasus. Sebanyak 178 pasien Covid-19 Malang Raya meninggal dunia, dan 1.653 orang sembuh. (ant)



Apa Pendapatmu?