Alexa Metrics

Tegakkan Peraturan, Kejari Jakarta Pusat Daftarkan Pegawai Non-ASN ke Program BPJAMSOSTEK

Tegakkan Peraturan, Kejari Jakarta Pusat Daftarkan Pegawai Non-ASN ke Program BPJAMSOSTEK MITRA KERJA-Kakacab BPJAMSOSTEK Jakarta Kebon Sirih Tonny W.K (tengah) menyerahkan sertifikat kepesertaan kepada Kajari Jakarta Pusat Riono Budisantoso,SH, MA (kedua kiri) di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2020). Foto: Istimewa

indopos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK/BPJS Ketenagakerjaan) Jakarta Kebon Sirih terus berkomitmen memberikan perlindungan kepada para pekerja di Indonesia. Salah satunya, perlindungan kepada tenaga kerja non-ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

Sertifikat dan kartu peserta BPJAMSOSTEK diberikan secara simbolis oleh Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Kebon Sirih Tonny W.K kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat Riono Budisantoso ,SH., MA di Kantor Kejari Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2020). Kajari Jakarta Pusat Riono Budisantoso, SH, MA, mengatakan pentingnya perlindungan BPJAMSOSTEK bagi para pekerja termasuk pekerja non-ASN di Kejari Jakarta Pusat.

”Manfaat terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan sangat besar bagi Bapak/Ibu semuanya, seperti manfaat jaminan kecelakaan kerja ataupun jaminan kematian bagi para pekerja non ASN Kejari Jakarta Pusat. Selain itu Kejari Jakarta Pusat akan terus mendukung BPJAMSOSTEK dalam upaya penegakan hukum kepada perusahaan yang masih sebagian mendaftarkan tenaga kerjanya maupun yang belum menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Kami mendukung supaya jaminan sosial ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indoensia,” jelas Riono.

Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Kebon Sirih Tonny W.K, saat memberikan sosialisasi manfaat dan program BPJAMSOSTEK mengatakan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan program negara dalam melindungi para pekerja di Indonesia. ”BPJAMSOSTEK memiliki empat program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). Manfaatnya sangat besar bagi para tenaga kerja beserta keluarganya seperti jaminan kematian berupa santunan sebesar Rp42 juta.

Sedangkan untuk jaminan kecelakaan kerja pekerja akan mendapatkan pengobatan 100 persen gratis. Apabila peserta meninggal dunia, ahli waris akan mendapatkan santunan sebesar 48 x gaji yang dilaporkan. ”Untuk JHT dan JP hasil pengembangannya jauh lebih besar dari bunga deposito,” terangnya. Tonny mengungkapkan, pemerintah menunjuk BPJAMSOSTEK sebagai badan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan di Indoensia. Jaminan sosial adalah perlindungan dasar yang berhak sekaligus wajib dimiliki oleh setiap warga negara sebagai wujud untuk mensejahterahkan seluruh rakyat indonesia khususnya para pelaku ekonomi.

”Untuk itu sangatlah tepat bila para pegawai pemerintah non ASN ini akan mendapatkan perlindungan dari BPJAMSOSTEK, karena para non-ASN belum mendapatkan perlindungan dan kepastian di masa depannya,” ucap Tonny. Dikatakan, peserta BPJAMSOSTEK dapat mengunduh aplikasi BPJSTKU untuk mendapatkan informasi baik terkait saldo tenaga kerja, lokasi rumah sakit trauma center, hingga promo diskon co-marketing berbagai macam tenant yang bekerja sama dengan BPJAMSOSTEK.(dni/mdo)



Apa Pendapatmu?