Alexa Metrics

Perjalanan Panjang, Rektor UT: Kini Jadi Kampus Terdepan Penerapan PJJ

Perjalanan Panjang, Rektor UT: Kini Jadi Kampus Terdepan Penerapan PJJ Foto istimewa

indopos.co.id – Universitas Terbuka (UT) genap berusia 36 tahun. Perjalanan panjang telah membesarkan UT dalam menerapkan pendidikan jarak jauh (PJJ). Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat menuturkan, sejumlah penghargaan telah diraih UT di usianya ke-36 ini. Dari penghargaan nasional, regional hingga penghargaan internasional.

“Tahun 1984 akademik UT masih sangat sulit. UT hanya memberikan layanan mahasiswa secara tradisional. Komunikasi kami lewat surat menyurat. Dan itu kami kirim melalui pos, kadang sampai, kadang tidak. Kini kami jadi terdepan dalam PJJ,” ujar Ojat Darojat dalam keterangan kepada wartawan di kampus UT di Tangsel, Jumat (4/9/2020).

UT perlahan tapi pasti terus melakukan pembenahan. Dari proses registrasi, proses pembelajaran hingga proses ujian. Dan itu semua, menurut Ojat kini sudah dilakukan seluruh secara online atau daring.

“Mahasiswa menjadi titik tumpu kami. Untuk itulah kami meletakkan kebijakan. UT ada karena keberadaan mereka. Alhamdulillah, kini full online dari registrasi hingga ujian,” katanya.

Ia menyatakan, hingga saat masih ada sejumlah pekerja rumah (PR) yang belum selesai. Terutama bagi mahasiswa yang berada di daerah pedalaman dan pinggiran. Mereka masih kesulitan dalam mengakses jaringan internet.

“Untuk itu kami melakukan ujian di tiap kabupaten/ kota. Dan kini mereka semakin dekat. Karena memangkas waktu tidak harus ke kota,” bebernya.

Sejak 2011 lalu, masih ujar Ojat, UT telah menerapkan pendidikan jarak jauh berbasis web. Sehingga, tidak lagi memerlukan pengawas ruang ujian. Sistem web ini, menurutnya, mampu mendeteksi kecurangan. Karena di dalamnya ada aplikasi yang mampu mengenali wajah mahasiswa hingga aplikasi yang bisa membaca gerakan bola mata.

“Dalam web juga ada lampu indikator yang bisa memantau bayangan atau gerakan,” ujarnya.

Lebih jauh Ojat mengungkapkan, perayaan dies natalis UT ke-36 tahun ini berbeda dengan perayaan sebelumnya. Mengusung tema “UT Terdepan Dalam Inovasi Pendidikan Jarak Jauh”, perayaan dies natalis tahun ini dimeriah kegiatan Disporseni hingga lomba kreatif dan inovatif sejak Juli lalu dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Tantangan ke depan tidak mudah, seiring perubahan dan perkembangan teknologi. UT harus terus melakukan inovasi PJJ dengan penguatan proses belajar, evaluasi dan layanan strategi PJJ,” katanya.

Ia menyebutkan, di tengah pandemi Covid-19 UT terus melakukan terobosan baru dalam PJJ. Di antaranya inovasi dalam bahan ajar, modul pembelajaran berbasis webiner hingga, penerapan sistem ujian online dan pemeriksaan jawaban esai secara online.

“UT punya pilihan mukti, berarti dan terdepan. Oleh karena itu UT harus bergerak cepat dan tepat,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengapresiasi prestasi UT yang berhasil bertransformasi dengan PJJ. Dan UT menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang berhasil menerapkan PJJ. Menjangkau daerah, perkotaan hingga ke mancanegara.

“Selamat atas dies natalis UT ke-36. UT satu-satunya dengan jumlah lulusan terbanyak 1,7 juta setiap tahun. Tetap mampu menjaga mutu pendidikan dengan akreditasinya,” ujarnya.

Ia mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, UT menjadi contoh penerapan PJJ. Ia berharap UT bisa mengimplementasikan kampus merdeka dengan memenuhi soft skill dan hard skill bagi mahasiswanya. “UT harus terus mengembangkan diri dan menerapkan teknologi untuk perluasan akses dan meningkatkan APK dengan menghemat biaya,” katanya.
(mdo)



Apa Pendapatmu?