Alexa Metrics

Bongkar Tuntas Kasus Mafia Hukum, Massa Minta Polri Menahan Tersangka TS

Bongkar Tuntas Kasus Mafia Hukum, Massa Minta Polri Menahan Tersangka TS Massa yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu dan sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya, menggelar aksi damai di depan gedung Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, di Jakarta, Jumat (4/9/2020).

indopos.co.id – Massa yang tergabung dalam Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat) Indonesia Bersatu (IB) dan sejumlah ormas (organisasi kemasyarakatan) lainnya, menggelar aksi damai di depan gedung Mabes (Markas Besar) Polri (Kepolisian Republik Indonesia), di Jakarta, Jumat (4/9/2020). Mereka meminta kepolisian dalam waktu 1×24 jam untuk menangkap dan menahan tersangka TS.

Sebelumnya DjokoTjandra dan TS telah ditetapkan tersangka kasus suap kepada dua jenderal polisi. Adapun Djoko Tjandra sudah ditahan. Sedangkan TS masih belum ditahan.

“Kami datang ke Mabes Polri meminta kepada Kapolri maupun Kabareskrim Polri untuk segera menangkap dan menahan TS. Jangan dia leluasa berkeliaran di luar. Karena kita lihat teman-temannya yang lain kenapa sudah ditangkap semua dan sudah pada ditahan. Kami datang untuk meminta kepada Bareskrim Polri kalau bisa 1 kali 24 jam dari aksi ini kita minta TS ditangkap dan ditahan,” ujar Koordinator Aksi Lisman Hasibuan yang mewakili DPP Pekat IB, Jumat (4/9/2020).

Dia menambahkan, pihaknya mengetahui di belakang TS ada orang-orang besar. Pihaknya akan mengawal kasus tersebut.

“Kita minta Mabes Polri juga membuka mengungkap semua orang-orang yang ada di balik namanya TS terkait dengan masalah-masalah yang merugikan negara triliunan rupiah. Djoko Tjandra bersama mafia-mafia nya maupun kawan-kawannya harus diperiksa semua dan harus ditahan,” jelas Lisman.

Lebih lanjut dia mengatakan, Indonesia harus bersih dari mafia-mafia, yang hari ini merugikan seluruh rakyat Indonesia. Hukum harus ditegakkan di negeri ini.

Lisman menambahkan, aksi penyampaian pendapat itu digelar terkait kasus dugaan suap dari narapidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Joko Soegiato Tjandra alias Djoko Tjandra.

Menurut dia, beberapa orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sudah ditahan. Namun saat ini pengusaha TS belum ditahan. “Mereka masih bebas menghirup udara segar. Makanya kami mendesak Kapolri agar segera menahan tersangka,” kata Lisman.

Dia menjelaskan upaya penahanan dilakukan demi tegaknya hukum dan keadilan di negeri ini.

Hadir dalam aksi damai tersebut selain Pekat IB, yakni DPP KNPI, DPP Bangkit Pemuda Indonesia, Pemuda Pelopor Kedaulatan Bangsa, DPP Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kamtibmas, Kaukus Muda Anti Korupsi, Koalisi Masyarakat Anti Korupsi, DPP Solidaritas Merah Putih, Lembaga Informasi Masyarakat dan Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia.

Selain Lisman, hadir juga yang mewakili DPP KNPI, Ahmad Fauzi yang ikut aksi tersebut. Fauzi meminta Kapolri harus tegas menegakkan persamaan hukum bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.

“Makanya kita desak Kapolri menahan dan menangkap tersangka. Hal itu agar tuntas pengusutan mafia hukum di negeri ini,” kata dia.

Sementara itu, Joko Priyoski selaku Kornas Kaukus Muda Anti Korupsi Joko Priyoski juga menyoroti hal serupa. “Koq bisa ya lainnya ditahan sedangkan yang lainnya masih bebas berkeliaran,” ujar dia.

Sementara Ketua Solidaritas Merah Putih Anshar Ilo meminta agar Kapolri segera menindaklanjuti desakan tersebut. “Polisi harus segera menangkap dan menahan tersangka,” ujarnya.(dai)



Apa Pendapatmu?