Alexa Metrics

COVID-19 Renggut Satu Keluarga di Sultra, Tenaga Medis Masih Bertumbangan

COVID-19 Renggut Satu Keluarga di Sultra, Tenaga Medis Masih Bertumbangan Gugus Tugas Covid-19 bagikan masker kepada pedagang di pasar Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara (23/4). (Foto: ANTARA/Irwanto/aa.)

indopos.co.id – Wabah Coronavirus Disease (Covid-19) masih mengganas. Virus mematikan tersebut merenggut satu keluarga di Sulawesi Sulawesi Tenggara (Sultra). Keluarga malang itu terdiri ayah, ibu, dan anak meninggal dunia positif Virus Corona.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Sultra, La Ode Rabiul Awal mengatakan ketiga pasien meninggal di Rumah Sakit Bahtermas Kendari dalam waktu berbeda. Ketiga pasien merupakan warga Kota Kendari. Pasien meninggal pertama berinisial ENI 54, pada Minggu (30/8) pukul 13.30 WITA. Kemudian disusul sang ayah berinisial NT 77, pada Selasa (1/9/) pukul 08.45 WITA. ”Terakhir ibunya atau istri NT, meninggal Kamis (3/9/) pukul 04.30 WITA subuh kemarin,” tegas Rabiul, di Kendari, Sultra, Kamis (3/9).

Rabiul menambahkan, ibu pada keluarga pasien Covid-19 meninggal paling terakhir, sempat dirawat terlebih dahulu pada (28/8). Lalu, anaknya, ENI 54, merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi di Kendari. Disusul dua hari berikutnya ayahnya berinisial NT wafat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra itu juga menjelaskan ketiga pasien itu masuk Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bahteramas dalam waktu berbeda. Ibu masuk (28/8) pukul 22.30 WITA, anak masuk (29/8) pukul 09.20 WITA, ayah (31/8/) pukul 12.00 WITA. ”Hasil rapid test (tes cepat), ketiga pasien itu reaktif. Hasil uji usap positif dan hasil rontgen (ada) pneumonia,” beber Rabiul.

Berdasar data Gugus Tugas Covid-19 Sultra, tercatat total kasus meninggal dunia 33 orang. Sembuh 1.092 orang, dan tengah menjalani perawatan atau isolasi mandiri 499 orang. Rincian 33 orang meninggal di antaranya Kota Kendari 15 orang, Kabupaten Muna dua orang, Buton empat orang, Kolaka satu orang, Kolaka Utara dua orang, Kota Baubau enam orang, Buton Selatan satu orang, dan Kabupaten Konawe Selatan dua orang.

Semnetara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara (Sumut), menyebut lima warga positif Covid-19. Tiga dari lima pasien itu, tenaga kesehatan. Tim medis itu, bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli. Menyusul tambahan itu, jumlah total naik menjadi 48 kasus. ” Selain tiga tenaga kesehatan, ada satu penegak hukum, dan satu pegawai BUMN juga positif terpapar Covid-19,” beber Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Gunungsitoli Onahia Telaumbanua.

Ia menjelaskan lima warga Kota Gunungsitoli itu, GH warga Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, MH warga Desa Sifalaete Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli. Kemudian KD warga Desa Hilina, Kecamatan Gunungsitoli, YL warga Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, dan LKL warga Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli. ” Dengan begitu, keseluruhan warga Kota Gunungsitoli terpapar Covid-19 berjumlah 48 orang,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, salah seorang warga positif Covid-19 berinisial RPFZ berjenis kelamin perempuan telah dinyatakan sembuh. RPFZ sembuh terkonfirmasi positif Covid-19 pada 25 Agustus 2020 lalu. ” Total sampai sekarang warga Kota Gunungsitoli sembuh berjumlah tiga orang,” tegas Onahia. (ant)

Waspadai OTG Berkeliaran

Sementara kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), terus bertambah. Berdasar data Kamis (3/9), ada 19 warga terpapar Virus Corona dari kontak erat.

Penambahan 19 kasus positif Covid-19, setelah tim Gugus Tugas melakukan penelusuran terhadap kontak erat kasus sebelumnya. Hasilnya, 16 dari 19 orang di antaranya terpapar Covid-19 setelah kontak erat dengan kasus sebelumnya. ”Dan, lima dari 19 orang masih usia anak-anak, yaitu 4 tahun sampai 14 tahun,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni di Cirebon, Kamis (3/9).

Nah, 16 dari 19 kasus itu, tanpa gejala. Karena itu, pasien tanpa gejala melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sementara satu orang dirawat di rumah sakit, karena mengalami gejala klinis, setelah melakukan perjalanan ke daerah lain. ” Sedang satu pasien lain meninggal dunia, setelah dilakukan perawatan di salah satu rumah sakit,” tegasnya.

Berdasar data tim GTPP Covid-19 Kamis (3/9) ada 258 orang terpapar Covid-19. Dengan rerincian 102 orang selesai isolasi atau sembuh, 144 orang isolasi, dan 12 orang meninggal dunia. (ant)



Apa Pendapatmu?