Pandemi, Nelayan di Batang Jateng Sederhanakan Larung Sedekah Laut

indopos.co.id – Nelayan Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), menyederhanakan pelaksanaan acara sedekah laut. Penyederhanaan sedekah laut atau nyadran di tempat pelelangan ikan (TPI) 2 Klidang Lor, untuk menekan risiko penularan Covid-19.

”Penyelenggaraan tradisi sedekah laut dilakukan sederhana. Semula, tradisi ini akan ditiadakan menyusul wabah Pandemi Covid-19. Namun, para nelayan mendesak agar ritual melarung kepala kerbau di tengah laut tetap dilaksanakan,” tutur Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang Teguh Tarmujo, di Batang, Jateng, Kamis (3/9).

Baca Juga :

Teguh mengatakan acara sedekah laut dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Virus Corona sebagai penyebab Covid-19. Apalagi, pemerintah daerah Batang juga sudah mewanti-wanti agar penyelenggaraan tradisi sedekah laut tidak mengundang banyak warga. ” Namun, faktanya masyarakat banyak datang untuk menyaksikan dan melihat langsung proses tradisi sedekah laut tersebut,” beber Teguh.

Meski begitu, warga yang datang ke lokasi sedekah laut diharuskan memakai masker. Menjaga jarak dengan pengunjung lain. Itu penting untuk meminimalkan risiko penularan Virus Corona. Sedekah laut merupakan tradisi nelayan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga :

Mau Tahu Apa Itu Wiwitan?

Oleh karena itu, sedekah laut tetap dilaksanakan oleh nelayan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Kalau sebelumnya tradisi sedekah laut akan dibarengi dengan pentas wayang atau dangdut, kini kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa ditiadakan. ” Yang penting substansi acara terlaksana meski dengan sederhana,” tegas Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Batang Sugiatmo. (ant)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.