Alexa Metrics

Alumni Akabri 89 Dukung Ketahanan Pangan, Tanah Jagung Seluas 340 Hektare di Tengah Pandemi

Alumni Akabri 89 Dukung Ketahanan Pangan, Tanah Jagung Seluas 340 Hektare di Tengah Pandemi Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto (tiga kanan) bersama para Alumni Taruna Akabri 89 menanam bibit jagung menggunakan mesin di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9). (Foto: ANTARA/ Anita Permata Dewi)

indopos.co.id – Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto bersama para Alumni Taruna Akabri 89 menanam bibit jagung seluas 340 hektare (ha). Penanaman bibit tersebut berlokasi di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar).

Penanaman bibit jagung itu merupakan bagian dari gerakan ketahanan pangan. Gerakan itu, diinisiasi TNI-Polri khususnya Alumni Taruna Akabri (Altar) 89. Bertujuan menjaga ketahanan pangan, memulihkan ekonomi nasional, dan perekonomian rakyat kecil khususnya petani di tengah situasi Pandemi Covid-19.

Pada program ketahanan pangan itu, juga dilakukan penanaman padi gogo sekitar 10 ha di Desa Manyingsal. †Penanaman bibit jagung di lahan kering sekaligus pembagian 2.000 paket sembako untuk masyarakat,†tutur Komjen Agus Andrianto, pada acara Gerakan Ketahanan Pangan Akabri 89, Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, di Desa Manyingsal, Subang, Jabar, Kamis (3/9).

Penanaman bibit jagung dan padi gogo itu, sebagai contoh modernisasi sektor pertanian. Kegiatan ketahanan pangan itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi meminta seluruh program bantuan sosial (bansos) dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) digelontorkan kepada masyarakat.

Agus menuturkan gerakan ketahanan pangan itu, tindak lanjut arahan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pada 9 Juli lalu di Mauk, Tangerang, Banten. Kala itu, telah dicanangkan program ketahanan pangan nasional dengan memerintahkan para Pangdam dan Kapolda mendukung Pemda meningkatkan ketahanan pangan di daerah. ”Itu sejalan Inpres penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Di mana, panglima dan kapolri menjadi bagian pendukung agar melaksanakan percepatan penanganan Covid-19 dan PEN,” imbuh mantan Kapolda Sumut itu.

Oleh karena itu, Altar Akabri 89 kemudian mencari jalan keluar agar potensi krisis pangan akibat Pandemi Covid-19 di tengah masyarakat bisa teratasi. Pihaknya berusaha memanfaatkan lokasi-lokasi untuk ketahanan pangan. Itu penting supaya memberi kesejahteraan kepada masyarakat. Usaha itu, juga melibatkan pemerintah, petani, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan partisipasi masyarakat. ”Kabupaten Subang sangat memungkinkan untuk pembudidayaan lahan dalam membangun ketahanan pangan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berkontribusi kepada negara dalam menjawab peringatan FAO soal krisis pangan dunia,” tegasnya.

Selain menanam bibit jagung dan padi seluas 350 ha, pada kegiatan itu, juga dibagikan 2.000 paket sembako, dan 2.000 masker untuk lima desa penyangga. Program ketahanan pangan itu, diharap tidak hanya dilakukan selama masa pandemik, tetapi berlanjut untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Bahkan bisa mengekspor hasil pertanian dengan memanfaatkan teknologi pertanian.

Selian itu, juga diserahkan bantuan alat pertanian berupa 4 unit traktor, 7 unit alat penanam jagung otomatis, cangkul, garpu, dan pompa air. Altar 89 juga telah memperbaiki jalan sepanjang enam kilometer menuju Desa Manyingsal agar distribusi hasil pertanian tidak terhambat. ” Ini merupakan dukungan dari kami. Semoga bisa bermanfaat bagi warga sekitar,” tegas Agus.

Acara itu, dihadiri Bupati Subang Ruhimat, perwakilan Ketua Altar 89 Laksamana Muda TSNB Hutabarat, Head of Region BNI Bandung Efrizal, Wakapolda Jabar, Dirjen Bea dan Cukai, Dirut PT Pupuk Indonesia, dan Dirut PT Sang Hyang Seri. (ant)



Apa Pendapatmu?