Alexa Metrics

Jelang Pilbup, Bupati Serang Kembali Diserang Hoaks

Jelang Pilbup, Bupati Serang Kembali Diserang Hoaks Ratu Tatu Chasanah. (Foto: Yasril Chaniago/INDOPOS)

indopos.co.id – Menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Serang yang akan digelar beberapa bulan lagi, eskalasi politik di Kabupaten Serang kian memanas. Beberapa isu hoaks terus menyerang incumbent Ratu Tatu Chasanah yang berencana maju kembali bersama wakilnya Panji Tirtayasa.

Setelah diserang isu bergoyang seronok dalam sebuah acara warga, kini Tatu kembali dituding melegalkan prostitusi dan minuman keras (miras) di Kabupaten Serang. Serangan informasi bohong atau berita palsu (hoax) yang terus menyerang Tatu di tengah suasana Pilkada Kabupaten Serang membuat gerah para pendukungnya.

Informasi hoax muncul yang muncul di media sosial (medsos) dan jejaring WhatsApp menyebut kalau Bupati Serang melegalkan tempat hiburan malam, karaoke Star Queen.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasada mengatakan kalau Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (DPMPTSP) Kabupaten Serang sudah mencabut izin usaha Star Queen.

”Terdapat pelanggaran hukum, maka izinnya dicabut,” kata Anas dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9). Pencabutan izin tersebut berdasarkan Keputusan Kepala DPMPTSP Nomor 556/440/DPMPTSP/2017 tertanggal 24 Mei 2017.

Dengan pencabutan itu, secara otomatis Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Nomor 503/011/NP/BPTPM/ IX/2016 atas nama Hasani dinyatakan tidak berlaku. ”Izin awal Star Queen ini adalah toko, restoran, dan karaoke keluarga,” ujarnya juga.

Menurut Anas lagi, terkait penghargaan yang diberikan kepada Star Queen tahun 2017 lalu adalah atas kepatuhan membayar pajak tempat hiburan malam tersebut. ”Bukan melegalkan peredaran miras atau prostitusi, seperti hoax yang beredar. Adapun pencabutan izin, karena melanggar perizinan usaha yang ada,” tegasnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Kabupaten Serang Ajat Sudrajat menambahkan, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah sudah mengeluarkan surat edaran bernomor 440/148-Huk/2020 tentang Perpanjangan Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Usaha Jasa Kepariwisataan Dalam Upaya Kewaspadaan Covid-19.

”Penutupan sementara itu sampai batas waktu yang belum ditentukan. Jadi sampai sekarang tidak boleh ada yang beroperasi. Tidak boleh ada usaha hiburan yang buka selama masa Pandemi COVID-19,” terangnya juga.

Ajat juga menegaskan, saat ini sejumlah restoran dan karaoke keluarga melakukan pelanggaran karena tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan. Ia mencontohkan, awalnya izin karaoke keluarga, ternyata menyediakan perempuan pemandu lagu. ”Salah satunya Star Queen yang izinya sudah dicabut,” tandasnya.

Menurut Ajat lagi, pihaknya sudah beberapa kali melakukan razia tempat hiburan yang ada di sekitar Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Kramatwatu. Dan sudah berulangkali pula dilakukan penutupan.

”Sesuai arahan ibu Bupati, kami akan semakin tegas untuk menutup semua tempat hiburan yang melanggar izin. Apalagi di masa Pandemi COVID-19, tidak boleh ada yang beroperasi,” ujarnya juga.

Terpisah, Kepala DPMPTSP Kabupaten Serang Syamsudin menambahkan, pengelola Star Queen sedang mengajukan izin melalui Online Single Submission (OSS). Belum melakukan pemenuhan komitmen dalam rangka mengefektifkan izin operasionalnya.

”Izin dicabut karena tidak sesuai dengan kegiatan usaha. Karena mereka menyediakan minuman beralkohol dan pemandu lagu, padahal izinnya hanya untuk karaoke keluarga,” ujarnya. (yas)



Apa Pendapatmu?