Alexa Metrics

Nadiem Dikerjar Banyak Target, Tambah Anggaran Fokus Kualitas SDM

Nadiem Dikerjar Banyak Target, Tambah Anggaran Fokus Kualitas SDM Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat kerja dengan DPR. (Foto: Charlie lopulua/indopos)

indopos.co.id – Pagu indikatif Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk RAPBN 2021 lebih dari Rp75 triliun. Anggaran tersebut didistribusikan untuk banyak kegiatan dan program kerja, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), tunjangan profesi guru PNS dan non PNS, serta beasiswa.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menuturkan, banyak target pembangunan di sektor pendidikan yang harus tercapai pada tahun 2021 sesuai pembahasan RAPBN 2021. Target yang harus dikejar Mendikbud Nadiem Makarim sangat banyak. Di antaranya: PIP sebanyak 17.927.992 siswa, Bidikmisi sejumlah 1.095.000 mahasiswa, tunjangan profesi guru non PNS untuk 224.625 orang, tunjangan insentif guru non PNS untuk 67.320 orang, tunjangan khusus guru sebanyak 21.628 orang, dan masih banyak lainnya.

“Pagu indikatif 2021 Kemendikbud sebesar Rp75.094.499.625.000. Sebelumnya, dalam RUU APBN 2021 dan nota keuangan yang disampaikan Presiden 14 Agustus, pagu sementara Kemdikbud Rp81.534,1 triliun,” ungkap Abdul Fikri Faqih saat memimpin rapat kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim di Senayan, Kamis (3/9).

Ia menjelaskan, pembangunan bidang pendidikan pada RAPBN 2021 difokuskan pada kualitas SDM, kemampuan adaptasi teknologi, dan peningkatan produktivitas melalui knowledge economy. Kemudian dalam konteks era industri 4.0, arah kebijakan pendidikan antara lain transformasi kepemimpinan kepala sekolah, transformasi pendidikan dan pelatihan guru, mengajar sesuai tingkat kemampuan siswa, dan standar penilaian global.

“Untuk menghadapi industri 4.0, sektor pendidikan harus diarahkan untuk membangun kemitraan daerah dan masyarakat sipil,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, prioritas merdeka belajar pada 2021 salah satunya program digitalisasi sekolah. Untuk mendukung program tersebut, ia mengajukan anggaran Rp1,49 triliun.

“Ini adalah program kita untuk bisa di daerah manapun mendapatkan akses konten kurikulum yang baik, mendapatkan akses konten pengajaran, konten pelatihan, dan akses kepada data dan berbagai macam bantuan layanan melalui digital,” ujarnya.

Ia menyebutkan, program digitalisasi sekolah terdiri atas empat kegiatan. Yakni, penguatan platform digital dengan anggaran Rp109,85 miliar. Lalu, konten pembelajaran di program TVRI dengan anggaran Rp132 miliar. Kemudian bahan belajar dan model media pendidikan digital dengan anggaran Rp74,02 miliar.

“Selain itu, penyediaan sarana pendidikan (peralatan TIK) dengan anggaran Rp1,175 triliun,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya mengajukan anggaran untuk pengadaan unit laptop bagi guru dan siswa. Hal ini untuk menghadapi uji asesmen kompetensi tahun depan. Dan memberikan TIK yang layak bagi guru-guru dan anak-anak.

“Tujuannya, agar sekolah-sekolah merdeka mengakses informasi yang sama. Tidak ada lagi kesenjangan antara yang punya dan tidak punya. Dan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.

Lebih jauh Nadiem mengatakan, pihaknya mengajukan kegiatan prioritas merdeka belajar di antaranya program pembiayaan pendidikan sebesar Rp27,26 triliun, program sekolah penggerak dan guru penggerak sebesar Rp2,68 triliun, dan program pemajuan budaya dan bahasa sebesar Rp622,6 miliar. Kemudian, program kurikulum dan asesmen komptensi minimum sebesar Rp1,48 triliun, program revitalisasi pendidikan vokasi sebesar Rp5,20 triliun, dan program kampus merdeka sebesar Rp4,42 triliun. (nas)



Apa Pendapatmu?