Alexa Metrics

DPR Pesimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen

DPR Pesimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen ekonomi

indopos.co.id – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 mendatang pada kisaran 4,5 hingga 5,5 persen. Terakhir, angka pertumbuhan ekonomi pada Kuartal II-2020 terkontraksi ke level minus 5,32 dan jika Kuartal III-2020 masih dalam kisaran negatif, maka resmi Indonesia sudah masuk dalam jurang resesi.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Gerindra Kamrussamad mengingatkan, bahwa Indonesia berada dalam situasi extraordinary. Sehingga kerangka asumsi dasar harus diproyeksikan dalam kondisi ketidakpastian dan dalam kondisi penuh volatilitas.

Target pertumbuhan ekonomi kita 4,5 sampai 5,5, menurutnya, tidaklah mudah untuk mencapainya. Apalagi berdasarkan pengalaman di tahun 2020 ini pemerintah sudah beberapa kali melakukan perubahan postur APBN karena adaptasi terhadap situasi.

“Ini tidak mudah, kita lihat pengalaman di 2020 yang terus melakukan perubahan postur APBN,” ujar Kamrussamad di Senayan, Kamis (3/9).

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, pertumbuhan ekonomi 2020 mengalami beberapa kali koreksi ke bawah, akibat pandemi Covid-19. Terakhir, menurutnya, pemerintah mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 pada kisaran -1,1 persen hingga -0,2 persen.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pada rentang 4,5-5,5 persen, ia menilai hal itu sangat bergantung keberhasilan penanganan Covid-19, akselerasi reformasi, dukungan ekspansi fiskal, dan pertumbuhan ekonomi global. Tidak berbeda jauh dengan proyeksi pemerintah, sejumlah lembaga internasional juga memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2021 mengalami pertumbuhan positif.

Bahkan, lanjut Menkeu, IMF memproyeksikan pertumbuhan Indonesia sebesar 6,1 persen, serta Bank Dunia 4,8 persen dan IDB 5,3 persen. Terkait inflasi, Pemerintah optimis inflasi pada tahun depan masih pada kisaran 3 persen. Sementara tingkat suku bunga SBN 10 tahun diestimasikan sekitar 7,29 persen pada 2021. Sedangkan, nilai tukar Rupiah hingga Agustus 2020 cenderung bergerak stabil dan di tahun 2021 diperkirakan berada pada kisaran Rp14.600 per dollar AS.

“Semua prediksi ini sangat tergantung pada keberhasilan penanganan Covid-19, dukungan ekspansi fiskal tahun depan masih akan cukup bisa suportif, dan adanya reform yang bisa mengembalikan confidence maupun meningkatkan produktivitas dan iklim investasi,” bebernya.(nas)



Apa Pendapatmu?