Alexa Metrics

Pertahankan Industri Fashion, Tema Ramah Lingkungan Jadi Pilihan

Pertahankan Industri Fashion, Tema Ramah Lingkungan Jadi Pilihan wanita

indopos.co.id – Kolaborasi dan penerapan konsep sustainable, baik itu dari sisi material dan manufaktur bisa menjadi salah satu kunci bertahannya pelaku industri fashion di tanah air. Ide-ide menarik dengan mengendapankan ramah lingkungan bisa menjadi daya tarik pada persaingan di era pandemi COVID-19.

”Mau enggak mau berkomunikasi dengan teknologi, mengedepankan produk sustainable baik dari segi material maupun di manufaktur atau prosesnya,” ujar National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma di sela jumpa pers Virtual, Rabu (2/9/2020).

Ali berharap, para pelaku industri fashion di tanah air bisa bertahan di tengah persaingan saat ini seiring pandemi COVID-19 selama beberapa waktu terakhir.

Dia mengatakan, kolaborasi dan penerapan konsep tersebut bisa menjadi salah satu kuncinya. “Kolaborasi kunci kesuksesan ke depan baik sesama industri maupun antar industri, utamakan produk yang lebih cepat terjual,” kata dia.

Menurut dia, konsep sustainable yang diharapkan menjadi gaya hidup masyarakat saat ini bisa mempunyai nilai branding yang bagus.

Selain itu, pertimbangan mengusung konsep see now by now yang memungkinkan para pelaku industri memamerkan hasil karyanya selama pameran berlangsung.

Hal ini mengharuskan mereka memproduksi karya secara cepat. Namun tetap harus berkualitas.

Konsep see now by now juga mengangkat konsep seasons less collection yang artinya tidak lagi berkiblat pada spring and summer di Eropa dan Amerika untuk mengeluarkan karya desain.

“Ke depannya (konsep spring and summer) sudah tidak terlalu penting, konsep see now by now akan mengubah pelaku (industri fesyen) harus melayani keperluan konsumen baik di musim dingin maupun panas, ada strategi tertentu,” papar Ali.

Hal lainnya, pertimbangan pemasaran langsung baik ritel maupun wholesale dengan desain karya yang mengutamakan kenyamanan dan kualitas produk yang baik.

“Kualitas itu syarat berjualan, pemasaran direct lalu desain yang mengutamakan kenyamanan,” kata Ali.

Konsumen yang semakin peduli terhadap dampak lingkungan dari konsumsi busana mereka, punya pilihan baru untuk tetap tampil modis dengan koleksi berbahan ramah lingkungan. “harus berinovasi dan melihat kondisi lingkungan,” kata dia. (ash)



Apa Pendapatmu?