Alexa Metrics

Move On Tropik

Move On Tropik

Esai Dahlan Iskan

indopos.co.id – Jangan tertawa, biarpun itu di balik masker. Defisit perdagangan Amerika Serikat (atas Tiongkok) justru lebih lebar dibanding sebelum Donald Trump menjadi presiden.

Tapi, saya tidak bisa menahan tawa dengan sangat spontan. Bagaimana bisa itu terjadi. Janji Trump saat kampanye dulu begitu menggiurkan. Janjinya begitu membakar emosi, begitu berapi-api. Bahkan bisa membuat orang Amerika ikut emosi.

”Kita ini seperti celengan besar yang isinya habis dirampok,” ujar Trump pada kampanye 2016. ”Kita itu punya banyak kartu, punya kekuatan besar, kenapa celengan kita bisa dirampok Tiongkok,” katanya di Indiana waktu itu.

Tapi, menurut data terbaru yang diumumkan oleh Amerika sendiri Jumat (4/9), defisit tersebut justru kian lebar. Itu terjadi pada Juli 2020 dibanding Juli 2016 –saat Trump berkampanye tadi. Defisitnya lebih lebar sampai 4,3 persen atau 9 persen lebih lebar kalau bandingannya dengan Mei 2016 –saat Trump memberikan angin surga itu.

”Kita tidak boleh membiarkan Tiongkok terus memerkosa negara kita. Itulah yang terjadi selama ini. Itulah perampokan terbesar dalam sejarah dunia,” kata Trump.

Dan hasilnya defisit yang kian lebar seperti itu.

Trump bukan tidak berbuat apa-apa, terutama setelah terpilih sebagai presiden. Bahkan Trump terlalu banyak berbuat sampai melebihi batas. Ia ibarat Rambo yang membawa senjata otomatis. Tembak sana bombardir sini. Tapi yang lagi dihadapi sang Rambo ini bukan lagi partai kaipang.

Hasilnya adalah defisit perdagangan pada Juli 2020 sebesar USD31,6 miliar. Angka itu 4,3 persen lebih tinggi dari defisit pada Juli 2016. Bagaimana kenyataan itu bisa menyetop orang agar jangan tertawa.

Semua langkah sudah dilakukan. Pertama,  menaikkan tarif bea masuk. Kedua, melarang perusahaan seperti Huawei dkk jualan ke Amerika. Ketiga, melarang mahasiswa dan ilmuwan Tiongkok ke Amerika. Keempat, mengancamkan senjata di Taiwan, Hong Kong, dan Laut Tiongkok Selatan. Kelima, minta sekutu ikut menghukum Tiongkok. Keenam, dan segala macam tindakan sejenis.

Tapi, angka tidak bisa berbohong. Perut tidak bisa diatur-atur. Kebiasaan belanja rakyat Amerika sudah mendarah daging borosnya. Ada atau tidak ada perang dagang, Amerika tetap defisit. Ada atau tidak ada Covid-19, Amerika ternyata juga tetap defisit.

Sekarang ini lagi musim kampanye pilpres lagi. Trump masih ”jualan” anti-Tiongkok, tapi juga lagi sibuk jualan isu kerusuhan di dalam negeri. Tiongkok ternyata benar-benar selalu membalas apa pun hukuman yang dijatuhkan oleh Amerika.

Huawei pun tidak bisa distop. Huawei secara resmi sudah nomor satu di dunia. Tiga bulan lalu Huawei sudah menggeser Samsung dari puncak klasemen.  Padahal kurang apa siksaan yang diberikan kepada Huawei.

Tiongkok memang seperti tidak terhentikan untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Tiongkok menggeser posisi Amerika sepuluh tahun lagi, bisa saja pada  2030 atau 2032. Itulah kesepakatan banyak ahli sekarang ini.

Tiongkok kini sudah bisa dibilang hidup normal lagi. Industrinya sudah full speed lagi. Justru ketika negara seperti Amerika masih bergelut dengan Covid-19.

Angka penularan Covid-19 di Tiongkok hampir selalu di bawah 10 orang per hari. Itu bisa dianggap nyaris tidak ada artinya untuk negara penduduk 1,3 miliar manusia. Apalagi, angka kematiannya juga hampir selalu 0.

Bagaimana Indonesia?

Kenyataan itu mau tidak mau harus diterima agar pikiran kita bisa lebih fokus untuk memikirkan ”what next”.

Move On!

Lima tahun lagi kita harus sudah bisa ekspor besar-besaran ke Tiongkok agar kita tidak terus hanya bisa impor dari sana. Kenapa lima tahun lagi?

Itu karena kita harus mengolah tanah, bercocok tanam, menyiapkan fasilitas antibakteri/virus, mendidik tenaga-tenaga terampil, dan menetapkan fokus baru. Fokus baru itu adalah pertanian produk tropic, terutama buah tropik.

Rasanya saya sudah hampir bosan menulis soal buah tropik ini. Tapi saya selalu bersemangat lagi kalau ingat bahwa kita harus ”move on” ketika memikirkan Tiongkok. (*)



Berita Terkait


Apa Pendapatmu?