Alexa Metrics

Dikabarkan Jalani Isolasi Mandiri, Wagub DKI Bantah Terpapar COVID-19

Dikabarkan Jalani Isolasi Mandiri, Wagub DKI Bantah Terpapar COVID-19 Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria (tengah) bersama wartawan di Balai Kota DKI Jakarta. (Foto: IST)

indopos.co.id – Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria rupanya dibuat gelisah dengan sebuah pemberitaan di salah satu media daring berjudul ”Wagub DKI Jalani Isolasi Mandiri.” Dalam pemberitaan tersebut Riza disebut sedang menjalani isolasi mandiri dan tiga hari tidak masuk kantor.

”Assalamualaikum Wr. Wb. Yang kami hormati Ibu, Bapak dan teman-teman semua. Salam 3M.

Mohon izin, kami ingin menyampaikan dua hal terkait berita di sebuah media daring yang berjudul ’Wagub DKI Jalani Isolasi Mandiri,’ pada 4 September 2020, pukul 11.32. Pertama, tertulis dalam berita tersebut ’Pak Wagub sedang isolasi mandiri, sudah tiga hari tidak masuk kantor,’ ujar seorang sumber, Jumat, 4/9/2020). Saya jelaskan, alhamdulillah saya tidak sedang menjalani isolasi mandiri, karena saya tidak terpapar COVID-19,” ungkap Riza di akun Instagramnya

Riza juga mengatakan dirinya selalu masuk kantor setiap hari dan bekerja seperti juga pada minggu-minggu sebelumnya sejak dilantik. ”Saya selalu masuk kantor pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat. Pada Sabtu dan Minggu saya juga masuk kantor dan melakukan kunjungan lapangan,” tegasnya.

Menurut Riza, untuk kedepannya, sesuai yang disampaikan Gubernur DKI Anies Baswedan jika ada yang positif COVID-19, maka akan langsung dilakukan isolasi di tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah. ”Tidak ada lagi isolasi mandiri di rumah. Terima kasih Ibu, Bapak semua yang terus menjalankan 3M. COVID-19 ada di sekitar kita, vaksinnya belum ada,” ujarnya.

Riza mengatakan, sesuai saran para ahli kesehatan, vaksin yang dipakai saat ini adalah disiplin 3M: memakai masker dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan. ”Doa kami untuk Ibu Bapak semua, salam 3M, salam hormat, Ariza Patria. Jumat, 4 September 2020,” tuturnya.

Di lain sisi, Riza mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji kemungkinan menerapkan jam malam guna menekan laju penularan COVID-19. Sejauh ini, Kota Bogor dan Depok menerapkan jam malam. Riza mengatakan pihaknya masih mengkaji beberapa pertimbangan sebelum menerapkan jam malam.

”Jam malam kita perhatikan caranya macam-macam bisa saja tempat yang buka batas waktunya dipercepat,” Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/9/2020). Riza mengatakan sejauh ini telah ada pembatasan operasional kantor, yakni hingga pukul 20.00 WIB. Mengenai mal dan tempat publik lainnya, Riza mengatakan pengkajian masih dilakukan.

”Restoran juga dibatasi. Kita evaluasi memang ada masukan untuk tempat kafe yang buka sampai malam kita evaluasi,” jelas dia. Jam malam menjadi opsi bagi beberapa pemerintah daerah untuk menekan laju penularan virus Corona di wilayah masing-masing. Sejauh ini, Pemkot Bogor dan Depok yang telah menerapkan kebijakan tersebut. (dni)



Apa Pendapatmu?