Alexa Metrics

Paslon Tidak Hiraukan Penerapan Protokol Kesehatan, Bawaslu Diminta Tegas

Paslon Tidak Hiraukan Penerapan Protokol Kesehatan, Bawaslu Diminta Tegas Ilustrasi: Sejumlah warga menggunakan rompi merah yang menandakan telah melakukan pelanggaran ketertiban protokol kesehatan untuk mencegah wabah COVID-19 di Pekanbaru, Riau, Selasa (11/8). (Foto: ANTARA)

indopos.co.id – Direktur Pilkada Watch Wahyu A Permana, mangatakan berdasarkan temuannya masih ada paslon (pasangan calon) di daerah yang tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Yakni terkait pengumpulan massa. Padahal ketentuan itu sudah diatur secara tegas dalam aturan yang dikeluarkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum).

“Khususnya PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Non Alam COVID-19,” ujarnya, dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2020).

Wahyu meminta kepada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) untuk memberikan sanksi tegas. Wasit pemilu itu harus bertindak tegas dan jangan berdiam diri atas pelanggaran yang dilakukanpara paslon.

“Terlebih terhadap protokol kesehatan. Di hari pertama pendaftaran di KPU Kabupaten/Kota, kami menemukan banyak kandidat melakukan konvoi dengan mengerahkan massa,” ujarnya.

Wahyu berharap kepada paslon yang ingin bertarung di Pilkada tahun ini tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pilkada Watch sebagai lembaga masyarakat sipil yang lahir dan tumbuh di tengah masyarakat meminta kepada para paslon untuk senantiasa mematuhi semua proses dan tahapan Pilkada serentak 2020. Terlebih ketentuan protokol kesehatan. Ini dilakukan untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?