Alexa Metrics

Pandemi COVID-19, Butuh Spirit Kewirausahaan Kampus

Pandemi COVID-19, Butuh Spirit Kewirausahaan Kampus Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Nizam

indopos.co.id – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nizam menjelaskan, menghadapi situasi pandemi saat ini adalah tantangan. Satu sisi merupakan bencana yang melanda, namun di sisi lain justru produktifitas dan kreativitas perguruan tinggi meningkat.

“Empat bulan pasca pandemi justru produktifitas dan kreativitas perguruan tinggi meningkat signifikan. Seribu inovasi yang muncul merupakan suatu hal yang tak terbayangkan pada kondisi normal. Hanya dalam dua bulan ventilator untuk dapat diproduksi dan digunakan langsung,” beber Nizam di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Dia menuturkan, bahwa semangat pada momentum ini perlu dijaga, dan perguruan tinggi menjadi kunci penggerak ekonomi. Untuk membantu pemulihan ekonomi ke depan. Oleh karena itu, butuh upaya bersama untuk menggerakkan ekonomi.

“Perguruan Tinggi sebagai pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan pengembangan teknologi tentu menjadi kunci penting untuk kembali mengembangkan ekonomi,” jelasnya.

Ia mencontohkan, pengalaman Italia ketika sedang krisis ekonomi, dimana upaya pengembangan kewirausahaan sangat didorong oleh pemerintah. Hampir setiap Perguruan Tinggi semua program mulai dari kelas, pusat inkubasi, dan Kementerian fokus membangun web ekosistem kewirausahaan.

“Saat ini sedang dibuat platform inovasi perguruan tinggi dan dunia usaha atau industri yang disebut Kedai Reka (Kedaulatan Inovasi untuk Reka Cipta). Start up baru ini tentu membutuhkan kehadiran masyarakat, terutama dunia industri untuk saling memperkuat,” jelasnya.

Menurut Nizam, terdapat beberapa elemen yang ideal untuk dikembangkan, diantaranya perguruan tinggi sebagai R & D Center, menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi setiap mahasiswa sejak pertama kali memasuki dunia kampus, melakukan penguatan kompetensi baik melalui training, coaching, maupun lecturing, serta memimpin pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang berpihak pada negeri dan bersinergi dengan Kementerian serta dunia usaha industri.

“Ini beberapa pekerjaan rumah kita bersama, elemen-elemennya sudah banyak muncul. Tinggal bagaimana kita menjahitnya menjadi kekuatan yang dahsyat untuk memulihkan ekonomi dan membangun kebangkitan ekonomi dan kedaulatan teknologi inovasi di dalam negeri,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng menilai tepat atas Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digelontorkan Pemerintah sebagai bagian dari penanganan pandemi Covid-19. Apalagi program tersebut ditujukan untuk berbagai dukungan kesehatan, dunia usaha, hingga program pelindungan sosial. Karena mampu membangun optimisme di tengah ancaman resesi.

“Optimisme harus dibangkitkan, dan apabila tidak dibangun sekarang, maka rusaklah negara ini,” ujarnya.

Menurut politisi Fraksi Partai Golkar ini, langkah pemerintah yang dilakukan saat ini bertujuan untuk mencegah pertumbuhan ekonomi di Kuartal III-2020 dan Kuartal IV2020 tidak turun ke minus yang lebih dalam lagi. Pemerintah tengah bekerja membalikkan pertumbuhan ekonomi dari minus 5,32 persen pada Kuartal II (April-Juni), turun ke minus 1 persen atau nol persen pada Kuartal III saat ini. (nas)



Apa Pendapatmu?