Alexa Metrics

Ada Razia, Jangan Lupa Pakai Masker

Ada Razia, Jangan Lupa Pakai Masker Petugas kesehatan dari Rumah Sakit Lanud El Tari Kupang membagikan masker kepada seorang ibu yang sudah menjalani tes cepat (rapid test) COVID-19 di rumahnya di Kupang, NTT, Jumat (4/9/2020). Tes cepat yang dilakukan langsung di rumah warga itu bertujuan mencegah terjadinya penumpukan orang dalam jumlah yang banyak di suatu tempat tertentu. (Foto: ANTARA/Kornelis Kaha/wsj.)

indopos.co.id – Satpol PP Depok dan Jakarta akan melancarkan operasi gabungan. Operasi ini bertujuan memastikan mereka yang melewati wilayah perbatasan dua kota itu memakai masker.

“Kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari Dinas Ketertiban Umum Jakarta,” kata Kepala Badan Ketertiban Umum Depok Lienda Ratnanurdianny kepada wartawan setempat di Depok, Provinsi Jawa Barat, Jumat.

Target operasi bersama menindak warga yang melanggar protokol wajib untuk memakai masker saat keluar rumah dalam upaya kolektif untuk memutus rantai pandemi COVID-19.

Pelaku yang terlihat di dalam wilayah administrasi Pemkot Depok akan mendapat sanksi dari Satpol PP yang bermarkas di Depok, sedangkan yang berada di ibu kota akan menangani pelanggar aturan di wilayah metropolitan Jakarta.

Namun, Ratnanurdianny belum membocorkan secara rinci kapan personel Satpol PP dua kota itu akan memulai operasi gabungan.

Dalam perkembangan lainnya, Pemerintah Kota Depok dan Bogor memberlakukan jam malam untuk membatasi pergerakan masyarakat pada malam hari guna menahan penyebaran COVID-19.

Wilayah metropolitan Jakarta yang lebih besar, termasuk Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor, tetap diklasifikasikan sebagai zona merah COVID-19, atau area berisiko tinggi.

Hingga Kamis, Indonesia mencatat penambahan 3.622 kasus baru terkonfirmasi, sehingga total penghitungan menjadi 184.268. Dari total pasien, 132.055 telah sembuh total, sedangkan 7.750 meninggal karena virus mematikan tersebut.

Infeksi virus Corona awalnya muncul di kota Wuhan di China pada akhir 2019, sementara pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan kasus pertama yang dikonfirmasi di negara itu pada 2 Maret 2020.

Pada tahap awal menyikapi wabah COVID-19, Pemprov Aceh juga telah memberlakukan jam malam dua bulan.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh telah mendukung pemberlakuan jam malam virus Corona mulai 29 Maret hingga 29 Mei tahun ini.

Untuk menanggulangi pandemi COVID-19 yang menyebabkan kontraksi ekonomi sebesar 5,32 persen pada kuartal kedua tahun ini, pemerintah Indonesia berupaya sekuat tenaga, terutama dalam mengembangkan vaksin untuk memerangi virus tersebut.

Saat ini, selain vaksin COVID-19 Sinovac, para ilmuwan Indonesia sedang mengerjakan vaksin yang dinamai bendera nasional negara, Merah Putih (Merah Putih).

Menemukan vaksin COVID-19 pada awal 2021 dapat membantu ekonomi Indonesia pulih paling lambat pada pertengahan 2021, kata Iman Sugema, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

“Pemulihan ekonomi sangat bergantung pada seberapa cepat vaksin COVID-19 ditemukan. Jika bisa tercapai tepat waktu, ekonomi Indonesia akan pulih pada pertengahan 2021,” ramalan Sugema. (nas/ant)



Apa Pendapatmu?