Alexa Metrics

Kendalikan COVID-19, Kapolri Perintahkan Jajarannya Bantu Penegakan Disiplin Masyarakat

Kendalikan COVID-19, Kapolri Perintahkan Jajarannya Bantu Penegakan Disiplin Masyarakat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Azis saat memberikan keterangan kepada wartawan dengan mengenakan masker di Galaktika Landasan Udara Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulsel, (30/8/2020). (Foto: ANTARA)

indoos.co.id – Penyebaran COVID-19 di Indonesia makin ngeri-ngeri sedap. Puluhan daerah yang sebelumnya zona oranye kembali jadi zona merah. Bahkan, pada Kamis (3/9) lalu, terjadi penambahan 3.622 pasien baru COVID-19 yang membuat total kasus positif di Indonesia mencapai 184.268 kasus. Ini rekor tertinggi sejak virus ini merebak. Namun, sebagian masyarakat justru terkesan semakin abai terhadap protokol kesehatan.  Mereka enggan mengenakan masker dan suka berkerumun. Sedangkan imbauan-imbauan dan kampanye sepertinya kurang digubris.

Untuk penegakan hukum protokol kesehatan, tampaknya, relevan sekali jika Presiden Jokowi mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Sebab, situasi saat ini terbilang luar biasa atau extraordinary. Dalam Inpres yang diteken pada Selasa 4 Agustus, Jokowi turut melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri dalam penanganan pandemi. Kedua institusi ini harus ikut mengamankan protokol kesehatan dan melakukan patroli penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

’’Tingginya kasus positif COVID-19 memang harus direspons dengan Inpres tersebut,’’ ujar Kapolri Jenderal Idham Azis dalam keterangannya, Minggu (9/8) lalu.

Kapolri mengatakan, salah satu tujuan Inpres ini memang untuk memberikan kepastian hukum terhadap upaya pecegahan dan pengendalian COVID-19. Apalagi, kasus positif COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda menurun.

Inpres ini, lanjut Kapolri, berperan untuk menyosialisasikan peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan. Pihaknya tinggal menyinkronisasikan program di lapangan untuk pengendalian.  Mantan Kepala Bareskrim Polri ini mengatakan pihaknya akan merumuskan implementasi Inpres tersebut di wilayahnya masing-masing. Pelibatan personel Polri khususnya Babinkamtibmas bertujuan agar dapat maksimal menjalankan program sesuai tugas pokok sebagai unsur pembinaan di masing-masing wilayah pedesaan atau kelurahan.

’’Kami akan maksimalkan peran dan fungsi Babinkamtibmas untuk mendorong penerapan Inpres tersebut,’’ ungkapnya.

Karena itu, Kapolri memerintahkan seluruh jajarannya untuk membantu upaya penegakan disiplin masyarakat terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Perintah tersebut menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (covid-19).

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K, M.Si, menambahkan, harapan berhasilnya tatanan kehidupan baru (new normal), dengan menjalankan aktivitas normal berdasarkan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan COVID19 menghadapi tantangan terkait nilai-nilai disiplin yang perlu ditegakkan bersama. Merujuk penelitian yang disampaikan Ahmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Argo mengingatkan, bahwa penularan virus Corona banyak terjadi ketika seseorang tidak menggunakan masker di luar rumah.

’’Kasus semacam ini tentunya menjadi peringatan bagi kita bahwa ketidakdisiplinan dapat merusak harapan dari tatanan kehidupan baru yang dimaksudkan untuk menjaga produktivitas di tengah situasi pandemi,’’ kata Argo dalam sambutannya pada Webinar bertemakan “Masker? Save Our Live”, yang diselenggarakan di Hotel Grand Dhika, Jakarta Selatan, Kamis (27/8) lalu. Untuk itu, dia menyambut baik Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID- 19.

Kadiv Humas Polri menilai, Inpres ini telah memberikan jaminan kepastian hukum dan memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di seluruh Tanah Air. Argo mengingatkan, sejarah mencatat ketidakdisiplinan dapat meruntuhkan peradaban. Karenanya, dia mengajak semua pihak untuk disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan sebagai bentuk adaptasi memasuki tatanan kehidupan baru untuk keluar dari impitan pandemi. ’’Dimulai hari ini, dimulai dengan menggunakan masker,’’ seru Argo.

Gaya Hidup Baru

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berharap penggunaan masker menjadi gaya hidup baru masyarakat untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penularan COVID-19.

’’Saya mengimbau ya teman-teman, gunakan masker. Pak Presiden menyampaikan ayo pakai masker, masker, masker. Saya selalu katakan itu sebagai gaya hidup dan menjadi budaya baru kita. Kalau teman-teman ketinggalan ponsel pasti bingung pulang ambil, ya kan. Sama seperti masker,” ujarnya di sela pemberangkatan Satgas Penegakan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 di Mapolda Jatim di Surabaya, Kamis.

Gatot mengungkapkan kunjungannya ke Jatim juga untuk membagikan sebanyak 1,5 juta masker kepada masyarakat bersama TNI dan Satpol PP.

’’Tentunya semua bergerak, tidak hanya polisi. Semuanya terlibat, seluruh komponen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kemudian komunitas-komunitas,” ucapnya.

Kepada anggota Polri, Gatot berpesan agar tidak lelah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan masker.

Karena, kata dia, virus tidak pandang bulu dan bisa menyerang siapa saja.

Menurutnya, kesadaran dalam diri untuk menggunakan masker adalah hal paling penting dibangun untuk memulihkan kondisi di Indonesia.

“Ini harus kita galakkan dari bawah sampai tingkat nasional. Kalau kesehatan kita ini pulih, maka ekonomi bangkit. Jangan sampai kita menjadi daerah merah, harus kita turunkan ke zona oranye. Kalau oranye turunkan menjadi kuning, lalu kuning jadi hijau, kalau hijau kita pertahankan terus seperti itu,” tuturnya.

Pada kesempatan sama, Gatot juga berterima kasih dan menyampaikan apresiasi pada Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran atas inisiasi Kampung Tangguh Semeru yang kini mulai diikuti di polda-polda lain se-Indonesia.

“Kami apresiasi kapolda, karena munculnya Kampung Tangguh itu pertama kali di Jawa Timur. Saya kira ini baik sekali dan sangat positif. Selain ini inovasi untuk pencegahan penyebaran COVID-19, ini juga membantu secara sosial,” katanya.

Menurutnya dengan adanya kampung tangguh masyarakat yang terdampak bisa mengetahui masyarakat mana yang perlu mendapatkan bantuan-bantuan sosial.

“Di kampung tangguh bisa diketahui terdeteksi lebih awal kalau ada orang yang terpapar COVID-19 dan banyak sekali manfaatnya. Saya mengapresiasi beliau yang pertama sekali menginisiasi adanya kampung tangguh, dan kini di beberapa polda juga muncul kampung tangguh,” katanya.

Sementara itu, seluruh jajaran kepolisian bergerak cepat di seluruh daerah. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Lotharia Latif, misalnya, mengajak seluruh masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mencegah penyebaran COVID-19.

“Kita juga di lingkup Polri sudah diinstruksikan agar dalam waktu dekat ini menggelorakan budaya menggunakan masker untuk mencegah penyebaran COVID-19 ini,” katanya kepada wartawan di Kupang, Kamis.

Hal ini disampaikannya usai melaksanakan acara serah terima jabatan dan penyerahan pataka di maskar Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur antara dirinya dengan mantan Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin.

Ajakan tersebut, kata dia tidak hanya berlaku bagi masyarakat biasa saja, tetapi juga bagi seluruh instansi pemerintahan yang ada di wilayah provinsi itu.

Menuut dia, selama masa kepemimpinan pejabat lama Irjen Pol Hamidin penggunaan masker sebagai suatu kebutuhan sudah mulai diterapkan dan sampai saat ini bertahan dengan baik.

“Sekarang kita tinggal meningkatkan hal ini dan saya harapkan teman-teman dari media juga terus menggelorakan hal ini untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat bahwa penggunaan masker merupakan salah satu perjuangan kita bersama melawan COVID-19,” tambah dia.

Mantan Kakorpolairud Baharkam Polri juga menegaskan bahwa perjuangan melawan COVID-19 itu harus tetap dilakukan. Salah satu pencegahannya itu adalah selalu menggunakan masker.

Komandan berbintang dua itu juga berharap kasus COVID-19 di NTT pada umum tidak terus bertambah, asalkan berbagai protokol kesehatan di perhatikan.

Menurut data dari gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 data per Kamis (3/9), jumlah pasien COVID-19 yang sedang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di NTT mencapai 35 orang.

Sementara kasus pasien COVID-19 di sudah mencapai 200 kasus dengan jumlah kesembuhan 163 kasus dan jumlah pasien yang meninggal akibat COVID-19 mencapai dua kasus.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK MM juga menggelorakan “ayo pakai masker” kepada warga di kota ini agar terhindar dari penyebaran Virus COVID-19.

“Masker itu salah satu cara agar kita terhindar dari virus mematikan itu dan saat ini sedang mewabah di kota kita hingga mendunia,” ucap Kapolresta di Banjarmasin, Kamis.

Ia mengajak kepada seluruh masyarakat di Kota Banjarmasin untuk tidak lupa menggunakan masker saat berpergian keluar rumah.

“Mari kita bersama-sama menggelorakan ayo pakai masker dan itu demi keselamatan bersama karena maskermu melindungiku dan maskerku melindungimu dari COVID-19,” ujar alumni Akpol 1995 itu.

Rachmat sapaan akrab Kapolresta Banjarmasin juga meminta semua pihak mematuhi protokol kesehatan dan Perwali No 68 Tahun 2020 sesuai anjurkan pemerintah setempat.

“Apapun aktivitasmu saat ini dan sedang di luar rumah, jangan lupa harus memakai masker,” tutur orang nomor satu di lingkungan Polresta Banjarmasin.

Selain itu, perwira jebolan Sat Brimob Polda Kalsel juga mengimbau kepada masyarakat di kota seribu sungai ini agar menciptakan lingkungan yang tangguh untuk melawan COVID-19.

“Ingat selalu penerapan 3M+1T yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berada di keramaian atau berkerumun senantiasa wajib dipatuhi seluruh orang,” ujar Kapolresta yang akrab dengan awak media itu.

Situasi Extraordinary

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga sangat sigap dalam menerjemahkan instruksi presiden ini. Sebab, kondisinya sudah gawat atau extraordinary, sehingga penanganannya juga harus extraordinary.

’’Selama beberapa bulan ini, TNI bersama Polri telah melaksanakan Operasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19,’’ kata Hadi dalam keterangan tertulisnya.

Hadi menyampaikan operasi pendisiplinan yang awalnya hanya di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota, kini berkembang menjadi operasi pendisiplinan di seluruh wilayah Indonesia dengan prioritas di delapan provinsi.

Karena itu, menurutnya, perlu evaluasi dari setiap operasi agar proses pendisiplinan lebih baik ke depannya.

’’Perlu adanya evaluasi terhadap operasi yang sedang berjalan dan telah dilaksanakan, agar TNI dapat melaksanakan operasi selanjutnya dengan lebih baik. Sejak awal penanganan COVID-19, TNI menjadi tumpuan pemerintah dan masyarakat dalam upaya pendisiplinan. Oleh karena itu, TNI juga harus menjadi contoh pelaksanaan disiplin tersebut,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, sebagai tindaklanjut instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Hadi memerintahkan seluruh Pangkotama dan Komandan Satuan Kewilayahan untuk berkoordinasi dengan Forkopimda.

Hadi berharap komunikasi dilakukan secara intens untuk menggiatkan patroli di lingkungan masyarakat.

“Komandan Satuan Kewilayahan agar melaksanakan koordinasi secara intens dengan jajaran Polri dan instansi terkait lainnya untuk menggiatkan patroli penerapan protokol kesehatan di masyarakat khususnya di ruang publik,” katanya.

Efek Jera

Pengamat sosial, Arifin Saleh Siregar, mengatakan, langkah Pemerintah dalam menanggulangi Virus Corona dengan mengeluarkan aturan dan menggandeng institusi militer telah sangat apik. Mengingat efek jera terhadap pelanggaran protokol kesehatan belum terlihat. Mengingat penularan virus tersebut terus bertambah dengan cepat.

“Jika memang itu dinilai bagus tentu ini harus didukung. Toh selama ini penurunan penularan tidak terjadi malah makin bertambah. Agar tertib dan disiplin agar tidak terjangkit ya silahkan,” katanya kepada INDOPOS, Jumat (4/9).

Menurut dia, penggandengan TNI dan Polri untuk mendisiplinkan masyarakat agar menggunakan masker saat berkegiatan dapat dilajukan. Sebab, selama ini kedisiinan itu telah lama ditetapkan di dua lembaga militer.

“Mereka sudah terbiasa disiplin, jadi contoh ini bisa saja diaplikasikan ke masyarakat. Mungkin dengan metode ini dapat membuat efek jera terhadap penerapan protokol kesehatan,” ujar Arifin.

Dijelaskan Arifin, penggandengan unsur TNI dan Polri dalam penanggulangan pandemi COVID-19 sudah seharusnya dikerjakan sejak lama. Mengingat untuk mendisiplinkan masyarakat di Tanah Air cukup sulit. Budaya tersebut telah tertanam lama dan sulit dihilangkan.

“Dari sisi sosial memang tidak melanggar. Kalau memang masih menggunakan cara-cara manusiawi silakan dipergunakan. Intinya tetap harus menimbulkan efek jera. Kan tugas dari TNI/Polri membantu pemerintah mengamankan situasi negara,’’ paparnya.

Diakui Arifin, yang menjadi ganjalan dalam pendisiplinan masyarakat itu adalah soal pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM). Karena yang dikhawatirkan personel TNI/Polri dapat menggunakan tindakan kekerasan. Apalagi karakter keras itu dapat ditunjukkan jika pelanggar aturan melakukan aksi perlawanan.

“Ganjalan itu ya pasti masalah HAM. Nah mungkin ini pun sudah diantisipasi sebelum personel diterjunkan ke lapangan. Semua harus punya protap dalam bertindak,’’ imbuhnya.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan TNI dan Polri melakukan patroli penerapan protokol kesehatan. Namun begitu, penerapan protokol kesehatan akan efektif kalau masyarakat juga menyadari pentingnya melakukan hal itu.

“Masyarakat harus jadi bagian sukses dalam penerapan protokol kesehatan. Masyarakat harus sayang pada diri sendiri,” ujar Erick Thohir, Rabu (2/9/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu bahkan membahas dengan serius terkait penerapan protokol kesehatan di Istana Bogor, beberapa waktu lalu. Beberapa hal yang menyebabkan peningkatan kasus COVID-19, karena masyarakat masih kurang peduli mematuhi protokol kesehatan.

“Peningkatan kasus, kita lihat terjadi di rumah makan dan perkantoran. Karena apa, karena saat masuk ke kantor, karena kenal dan dekat, buka masker. Begitu juga saat mereka ke rumah makan,” jelas Erick Thohir.

Efektif Cegah COVID-19

Spesialis paru Rumah Sakit (RS) Persahabatan dr. Andika Chandra Putra, Sp.P, PhD mengatakan pemakaian masker sangat efektif untuk mencegah risiko penularan penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

“Sangat efektif. Apalagi banyak referensi menyatakan bahwa penularan virus SARS-CoV-2 ini melalui airbone atau small droplet. Sehingga tentu dengan penggunaan masker, risiko penularannya lebih kecil,” kata dia melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan bahwa dengan memakai masker, maka risiko penularan COVID-19 yang ditularkan melalui udara atau percikan dapat dicegah sehingga peningkatan kasus COVID-19 di dalam masyarakat juga dapat dikendalikan.

“Karena sebenarnya yang paling penting dalam penanganan ini adalah mencegah atau menurunkan risiko penularan. Karena kalau di rumah sakit itu kan sudah tertular, sudah sakit. Sudah ada keluhan. Sekarang bagaimana kita menurunkan risiko penularannya,” katanya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus mematuhi anjuran pemerintah tentang perlunya memakai masker untuk menurunkan risiko penularan. Namun demikian, dia juga menekankan bahwa pencegahan risiko penularan COVID-19 tidak cukup hanya dengan menggunakan masker. Tetapi pencegahan perlu juga dilengkapi penerapan protokol kesehatan lainnya. (nas/ant/cok/wok)



Apa Pendapatmu?