Alexa Metrics

Enam Pegawai Reaktif COVID-19, Kantor Menko Marves Luhut Pandjaitan Ditutup Dua Pekan

Enam Pegawai Reaktif COVID-19, Kantor Menko Marves Luhut Pandjaitan Ditutup Dua Pekan Kantor Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.

indopos.co.id – Menyusul enam orang pegawainya dinyatakan reaktif tertular COVID-19, kantor Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) di Jalan MH Thamrin No. 8 Jakarta Pusat ditutup selama dua pekan. Penutupan kantor dilakukan supaya virus tidak menjangkiti karyawan yang lain. Gedung tempat Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan itu berkantor ditutup mulai pada Senin (7/9/2020) ini hingga (21/9/2020) nanti.

Sekretaris Kemenko Marves Agung Kuswandono menjelaskan, kalau pihaknya pada Jumat 94/9/2020) sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) bernomor 20 Tahun 2020 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Bekerja dari Rumah. SE itu sendiri ditujukan kepada para pejabat madya di Kemenko Marves supaya segera menginstruksikan seluruh bawahan di unit kerjanya masing-masing untuk bekerja dari rumah masing-masing alias Work From Home (WFH) selama dua pekan ke depan, terhitung mulai hari ini. Serta mengganti rapat tatap muka langsung dengan rapat virtual.

”Surat Edaran itu kami keluarkan untuk menangani permasalahan Covid-19 yang ada di kantor Kemenko Marves. Surat edaran itu kami terbitkan setelah diketahui ada enam pegawai di Kemenko Marves
yang dinyatakan reaktif COVID-19. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan tes swab yang dilakukan hingga 3 September lalu. Kami mohon kepada segenap pegawai supaya tetap menjaga kesehatan, tetap beraktivitas di rumah masing-masing, dan kita berdoa bersama semoga COVID-19 ini segera berlalu,” urai Agung.

Ia menambahkan, setelah dilakukan penelusuran maka terungkap kalau para pegawai yang reaktif Covid-19 itu tertular dari anggota keluarganya, atau dari eksternal Kemenko Marves. Untuk itu, ditegaskan Agung bahwa pihaknya akan melakukan tes swab kepada siapa saja yang sempat berdekatan, dan berkomunikasi dengan enam orang pegawai yang dinyatakan reaktif itu. Terkait masa WFH selama dua pekan, menurut Agung untuk selanjutnya dilakukan penilaian dan evaluasi untuk menentukan apakah diperpanjang atau tidak.

Disampaikan Agung pula, kalau selama ini protokol kesehatan di lingkungan Kemenko Marves selalu dilakukan secara ketat. ”Kami selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan intensif sesuai aturan. Termasuk penggunaan alat deteksi suhu tubuh, hand sanitizer, wastafel, dan penyemprotan disinfektan setiap pekan,” pungkasnya.(ind)



Apa Pendapatmu?