Binatang Mematikan

indopos.co.id – Ada banyak bahaya yang mengintai manusia di luar sana, salah satunya adalah hewan. Mulai dari serangga hingga hewan berukuran besar bisa menjadi sangat berbahaya bagi manusia. Jika banyak orang menganggap hewan berukuran besar sebagai penyebab kematian manusia terbanyak, ternyata beberapa di antaranya berukuran lebih kecil dari buku jari. Berikut hewan-hewan paling mematikan di dunia.

Nyamuk

Mungkin Anda berpikir bahwa hiu atau buaya adalah hewan paling mematikan. Tetapi tahukah Anda bahwa nyamuk dikatergorikan sebagai hewan yang paling banyak membunuh manusia? Serangga yang sering terlihat di sekitar kita ini telah membunuh lebih dari 725.000 orang per tahunnya.

Nyamuk dapat hidup di seluruh belahan dunia kecuali Antartika. Serangga ini tidak hanya meninggalkan bekas gatal di kulit, tetapi juga menjadi penyebab penyakitpenyakit mematikan seperti Zika, demam berdarah, Japanese ensefalitis, chikungunya, West Nile, dan malaria.

Menurut WHO, lebih dari separuh populasi di Bumi berisiko terserang penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Mengingat nyamuk tertarik pada suhu tubuh kita dan CO2 yang kita embuskan, ada baiknya Anda menggunakan pembasmi serangga yang mengandung bahan aktif tinggi seperti DEET dan picaridin.

Lalat Tsetse

Lalat Tsetse

Sering dianggap sebagai lalat paling berbahaya di dunia, tsetse, yang memiliki ukuran 0,7 inchi, umumnya ditemukan di negaranegara sub sahara, terutama yang berada di bagian tengah benua seperti Sudan, Republik Demokratik Kongo, dan Angola.

Meskipun terlihat tidak berbahanya, teror sebenarnya dari lalat tsetse terletak pada parasit protozoa yang mereka sebarkan dan dikenal sebagai tripanosom. Petogen mikroskopis ini dikenal sebagai agen penyebab penyakit tidur Afrika.

Penyakit itu ditandai dengan fejala neurolodis dan meningoencephalitic, termasuk perubahan perilaku dan koordinasi yang buruk, serta gangguan pada siklus tidur yang menjadi asal muasal penyakit tersebut. Jika tidak ditangani, penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian dan masih belum ada vaksin atau obat yang dapat mencegah infeksi tersebut.

Buaya Muara

Buaya Air Asin

Aligator Florida mungkin mengerikan, tetapi sepupu mereka, buaya air asin jauh lebih mengerikan. Hewan buas ini dikenal agresif dan pemarah, serta mudah terprovokasi pada apa pun yang menghalangi jalan mereka. Jenis buaya ini biasanya tinggal di wilayah Indo Pasifik yang membentang mulai dari India, Vietnam, dan terus hingga ke utara Australia.

Buaya Air Asin dapat tumbuh hingga sepanjang 23 kaki dan memiliki berat lebih dari 2.000 pon. Setiap tahunnya, buaya air asin tercatat telah membunuh lebih dari seratus orang setiap tahunnya. Buaya ini dianggap sangat mematikan karena mereka adalah perenang handal baik di air asin maupun air tawar. Hewan ini juga dapat menyerang dengan cepat dan meng gigit dengan kekuatan 3.700 pon per inci persegi, yang bahkan dapat menyaingi serangan tyrannosaurus rex.

Ular Black Mamba

Ular

Tidak mengherankan jika ular masuk dalam daftar hewan paling mematikan di dunia karena telah membunuh hingga 100.000 orang per tahun. Selain dikenal sebagai hewan paling beracun di dunia, ular juga dianggap paling licik.

Hewan ini diketahui sering hidup di tempat tinggal manusia. Masalah kemudian muncul ketika seseorang tidak bisa segera mendapatkan penolak racun. Menurut WHO, dari 3.000 spesies ular, 600 diantaranya merupakan jenis beracun. Jenis ular beracun yang dianggap paling berbahaya adalah Black Mamba. Reptil ini bisa bergerak dengan cepat dan dapat merayap hingga kecepatan 12,5 mil per jam.

Siput Air Tawar

Cukup mengejutkan memang bahwa ternyata hewan air berukuran kecil ini telah membunuh hingga 20.000 manusia per tahun. Alasan hewan ini berbahaya adalah karena mereka mengeluarkan bakteria bernama Schistosomiasis yang menyerang sistem usus dan saluran kemih.

Penyakit tersebut menyebar melalui kontak dengan air tawar yang telah terkontaminas i parasit yang dikeluarkan oleh siput ini. Penyak it ini paling sering terjadi di wilayahwi  layah di mana sumber air bersih sulit didapatkan. (fay)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.