Alexa Metrics

BNN Dorong Terpidana Hukuman Mati Agar Dieksekusi

BNN Dorong Terpidana Hukuman Mati Agar Dieksekusi kriminal

indopos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) mendorong terpidana bandar besar kasus narkotika untuk dieksekusi hukuman mati. Sebab, ada tahanan narkotika yang sudah 3 kali tersangkut kasus hukuman mati, akan tetapi tidak mati-mati (tidak dieksekusi).

Itu diungkapkan oleh Komjen Pol Heru Winarko, Kepala BNN bahwa ada tahanan yang sudah terkena 3 kali hukuman mati tetapi tidak mati-mati. “Ada tahanan 3 kali terkena hukuman mati tapi tidak mati-mati,” tandasnya dalam pemusnahan barang bukti sebanyak 238.396,91 gram sabu dan 404.281 gram ganja kering di halaman Markas BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (8/9/2020).

Komjen Pol Heru Winarko, Kepala BNN menjelaskan bahwa untuk terpidana hukuman mati ada sekitar 34 orang. Saat ini memang sedang dibicarakan juga dengan pihak Kejaksaan Agung dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). “Saya harapkan hukuman mati ini bisa dilaksanakan. Kalau dari BNN memang, jika terdakwa sudah dihukuman rutan itu mau apalagi yang diharapkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, tuk kali keenam BNN di tahun 2020 ini memusnahkan barangbukti narkotika sebanyak 238.396,91 gram sabu dan 404.281 gram ganja kering senilai Rp 40 miliar lebih, sebanyak 7 kasus dengan 21 tersangka.

Dipandemi COVID – 19 ini saja ada 40 perkara kita ungkap. Heru mengungkapkan, terlebih yang lewat online ada 30-an kasus. Selebihnya di perairan. “Tadi pagi saja kasus 30 ribu ekstasi kita ungkap dan masih dikembangkan di lapangan,” ulasnya.

Untuk kasus ganja ini saja di Indonesia menurutnya, cukup signifikan, adapun 25 persen pengguna ganja di Indonesia.

Terlebih dalam pengungkapan BNN pada kasus 404 kilogram ganja kering yang disembunyikan dalam truk pisang di Jalan Persona Metropolitan, Bekasi, Senin (10/8). Adapun truk tersebut membawa 14 karung berisi 410 bungkus daun ganja kering seberat 404.281 gram.

Dalam penggerebekan oleh aparat, ganja itu diletakan di bawah susunan papan pada lantai dasar truk yang ditimbun dengan pisang mentah. Dua tersangka inisial EB dan FH merupakan sopir dan kenek truk ditangkap.

Sedangkan dua orang lainnya yakni A, pengendali masih DPO dan I berada di Lapas Lampung. Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Wakil Ketua Komisi III, Pangeran Khairul Saleh menuturkan, saat pandemi COVID – 19 ini BNN harus terus waspada dan tetap bekerja. “Saya berharap, mudah – mudahan BNN dapat memberikan sanksi berat kepada pengedar dan bandar yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Kalau perlu hukuman mati,” tandasnya.

Namun demikian, dikatakannya, untuk korban dapat direhab karena atau mengingat ruang tahanan yang overload. “Karena kejahatan narkoba ini tidak biasa, harus ditangani dengan luar biasa,” katanya.

Turut hadir dalam gelar pemusnahan barangbukti narkotika itu diantaranya jajaran PolAir, Kejaksaan, Relawan Gerakan Anti Narkoba, Tokoh Masyarakat, dan juga publik figur. (ibl)



Apa Pendapatmu?