Alexa Metrics

Wamenag: Malik Fadjar Jadi Rujukan dan Tempat Bertanya

Wamenag: Malik Fadjar Jadi Rujukan dan Tempat Bertanya Profesor Malik Fadjar
indopos.co.id – Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan meskipun tidak memiliki kedekatan secara personal dengan Profesor Malik Fadjar, namun dirinya berani bersaksi beliau adalah termasuk orang baik yang memiliki sejumlah keistimewaan.
“Selain sebagai tokoh pendidikan, beliau juga sebagai tokoh agama dan pemerintahan. Beliau adalah sedikit dari tokoh bangsa yang sukses mengemban 3 bidang yang sangat mulia tersebut,” jelas Zainut, Senin malam
(7/9/2020).
Zainut menambahkan, pada bidang pendidikan Profesor Malik Fadjar, memulai karirnya dari bawah. Dari menjadi guru SD sampai menjadi rektor pada dua perguruan tinggi Muhammadiyah yang ternama, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Muhammadiyah Malang.
“Pada bidang akademis beliau mendapatkan posisi tertinggi sebagai guru besar pada Fakultas Tarbiyah di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1995,” jelas Zainut yang juga menjabat Wakil Ketua Umum MUI.
Dia menjelaskan, sebagai seorang aktivis organisasi, Profesor Malik Fadjar,
banyak berkecimpung di organisasi, seperti ICMI, HIPIIS. Dan beliau adalah tokoh penting di Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang memiliki kontribusi besar bagi pengembangan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.
“Beliau seorang tokoh agama yang memiliki pemahaman agama yang inklusif dan inspiratif, sehingga sering menjadi rujukan dan tempat bertanya dari berbagai kalangan,” jelasnya.
Malik Fadjar juga seorang birokrat yang mumpuni. Pernah menjabat di berbagai posisi kabinet. Pernah menjabat sebagai Kabinet Reformasi sebagai Menteri Agama tahun 1998-1999. Anggota Kabinet Gotong Royong sebagai Menteri Pendidikan pada tahun 2001 – 2004. Beliau juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ad-interim menggantikan Jusuf Kalla,  dan terakhir beliau menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI.
“Bangsa Indonesia merasa kehilangan putra terbaiknya. Tokoh cendekiawan muslim yang senyumnya khas dengan pembawaan yang kalem dan sederhana itu kini telah meninggalkan kita. Tapi saya percaya jejak legasinya akan terus dikenang oleh anak bangsa sepanjang masa. Selamat Jalan Profesor semoga amal jariahmu mengalir terus dan menerangi jalan menuju tempat keabadianmu di sisi Sang Maha Pemilik segalanya.. Aamiin,” pungkasnya. (dai)



Apa Pendapatmu?