Alexa Metrics

Diimingi Ilmu Pelet, Bocah di Bekasi Dicabuli Pegawai RS

Diimingi Ilmu Pelet, Bocah di Bekasi Dicabuli Pegawai RS Ilustrasi pelecehan seksual

indopos.co.id – Bocah berusia 17 tahun yang tinggal di Kecamatan Setu, menjadi korban cabul pegawai rumah sakit Bekasi. Sebelum melakukan aksinya, pelaku yang bernama Ronny Irfan (37) mengimingi korbannya akan diberi ilmu pelet.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu 23 September 2020 lalu. Dan polisi baru menangkap Ronny pada Senin 7 September 2020.

“Jadi pelaku mengimingi korban akan diberikan ilmu pelet. Setelah itu korban diajakn menginap. Kemudian malam harinya pintu dikunci, dan lampunya dipadamkan. Disitu pelaku beraksi,” kata Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek (Kepolisian Sektor) Setu, Inspektur Dua Kukuh Setio Utomo, Selasa (8/9/2020).

Lalu, kata Kukuh, pelaku membeluri tubuh korban dengan losion. Sampai-sampai korban terlelap tidur. Mengetahui dicabuli, korban memilih pulang ke rumah dan mengadukan masalah yang dialaminya kepada keluarga.

Mendengar aduan korban, pihak orangtua langsung menuju ke kantor Polsek Setu untuk membuat laporan. Surat laporan bernomor itu LP/156/01 -ST/K/II/2020/Restro Bekasi. “Setelah visum ada luka robek di bagian duburnya,” katanya.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap pelaku di wilayah Setu, Kabupaten Bekasi pada Senin 7 September 2020. Kepada polisi oelaku mengaku telah beraksi 6 kali dengan 6 remaja yang berbeda.

Polisi juga mengamankan losion, kasur, selimut, celana dalam, pakaian, dan ponsel pelaku. Pelaku dijerat Pasal 82 ayat 1 junto Pasal 76E UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PERPU nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.(dny)



Apa Pendapatmu?