Alexa Metrics

Bawaslu Tegur Peserta jika Kampanye Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Bawaslu Tegur Peserta jika Kampanye Tak Patuhi Protokol Kesehatan Ilustrasi

indopos.co.id – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan menegur peserta pilkada jika berkampanye tidak mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

’’Pilkada 2020 suasananya berbeda dibanding sebelumnya, setiap aktivitas kampanye harus mematuhi protokol kesehatan karena negeri sedang dilanda pandemi Virus Corona,’’ kata Ketua Bawaslu Bangka Tengah Robianto di Koba, Selasa.

Ia menjelaskan kampanye dengan mematuhi protokol kesehatan merupakan bagian dari pengawasan sehingga pesta demokrasi tidak memicu penyebaran Virus Corona.

“Dalam mengawasi kampanye dengan mematuhi protokol kesehatan, tentu saja kami berkoordinasi dengan pihak KPU,” ujarnya.

Pada saat pendaftaran bakal calon pilkada di KPU beberapa waktu lalu, menurut dia, terpantau sudah memenuhi protokol kesehatan.

“Tentu saja kami ingin para penyelenggara dan peserta Pilkada 2020 tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan tahapan kampanye,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral terkait dengan pembahasan Pilkada 2020 beberapa waktu lalu sudah menyatakan komitmen bahwa semua pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi wajib mematuhi protokol kesehatan.

“Baik penyelenggara maupun peserta Pilkada 2020 wajib mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebutkan banyak bakal calon melanggar protokol kesehatan. Salah satunya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Semua bakal calon bupati dan wakil bupati Sukabumi melanggar protokol kesehatan saat mendaftar menjadi calon kepala daerah pada Pilkada 9 Desember 2020.

’’Dari hasil pantauan kami di lapangan, seluruh pasangan bakal calon yang hendak mendaftar melanggar protokol kesehatan seperti membawa massa dengan jumlah besar, berdesakan dan ada juga yang tidak menggunakan masker,’’ kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Teguh Hariyanto di Sukabumi, Minggu.

Dia menegaskan sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI Nomor 6 Tahun 2020 jelas disebutkan bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) wajib menerapkan protokol kesehatan.

’’Namun, sayangnya seluruh pasangan bakal calon kepala daerah Kabupaten Sukabumi tidak memerhatikan aturan KPU itu dan bahkan melanggar,’’ katanya.

Pelanggaran itu, kata dia, seperti mengumpulkan massa, iring-iringan saat menunju lokasi pendaftaran di Hotel Augusta Kabupaten Sukabumi hingga berkerumun, di mana kondisi tersebut rawan terjadi penyebaran COVID-19.

Bahkan, jauh hari sebelum pendaftaran yang dibuka pada 4-6 September, kata dia, bakal pasangan calon dan parpol pengusung sudah diingatkan agar tidak membawa massa saat mendaftar di masa pandemi COVID-19 sekarang.

“Kami tidak ingin pelaksanaan pilkada angka kasus penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sukabumi malah melonjak, maka dari itu bakal calon harus dan parpol harus bisa mengingatkan agar tidak kejadian lagi seperti saat pendaftaran,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman mengatakan pihaknya sudah mengimbau dan mengingatkan kepada bakal calon dan tim pemenangannya agar tidak melanggar protokol kesehatan demi keselamatan bersama, karena sesuai PKPU 60 dengan tegas pelaksanaan pilkada wajib menerapkan dan tidak melanggar protokol kesehatan.

Adapun tiga pasangan bakal calon kepala daerah yang resmi mendaftar adalah Abu Bakar-Sirojudin yang diusung PDIP, PPP dan PKB, kemudian Marwan Hamami-Iyos Somantri diusung Partai Golar, PKS, Demokrat dan Nasdem terakhir Adjo Sardjono-Iman Adinugraha diusung Partai Gerindra dan PAN. Pada pilkada ini dipastikan tidak ada calon dari jalur independen. (nas/ant/cok)



Apa Pendapatmu?