Alexa Metrics

Pemkot Bandung Kaji Opsi PSBB

Pemkot Bandung Kaji Opsi PSBB Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

indopos.co.id – Pemerintah Kota Bandung Provinsi Jawa Barat tengah mengkaji opsi pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Itu dilakukan setelah ditemukan sebanyak 117 pegawai di lingkungan pemerintahan yang terinfeksi COVID-19.

Wali Kota Bandung Oded M Danial di Bandung mengatakan bahwa pihaknya saat ini tidak bisa langsung memutuskan hal tersebut karena perlu kajian mendalam serta mempertimbangkan aspek lainnya.

“PSBB nanti lihat perkembangannya, relaksasi insyallah nanti dibahas,” kata Oded di Bandung pada Selasa (8/9).

Menurut Oded, pihaknya tidak mungkin langsung menutup sejumlah kantor pemerintahan maupun kantor dinas yang ada di lingkungan Pemkot Bandung, terkait adanya 117 pegawai yang terinfeksi COVID-19. Itu karena sejumlah tempat tersebut merupakan fasilitas pelayanan publik.

“Tidak semata-mata langsung lockdown Balai Kota. Saya sedang kaji dan akan berikan kebijakan. Ya, sekarang paling WFH,” jelasnya.

Oded mengatakan adanya 117 kasus COVID-19 baru tersebut merupakan konsekuensi dari masifnya tes usap yang dilakukan. Sehingga potensi penyebaran COVID-19 dapat melambat karena sudah terpetakan.

“Seluruh kantor di Pemkot Bandung sudah diminta disemprot disinfektan, nanti saya akan mengkaji perlu WFH atau gimana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan pihaknya bakal terus menyampaikan hasil dari tes usap massal yang dilakukan pihaknya kepada pegawai di lingkungan Pemkot Bandung, baik ASN dan non ASN.

“Apakah ada penambahan atau tidak. Selama ini belum ada laporan keluarga yang positif, ada yang mau selesai isolasi mandiri,” kata Rita.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bandung mencatat sebanyak 117 pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan pemeriksaan tes usap.

Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian dan Analisa Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan hasil 117 pegawai itu didapat dari tes usap secara masif yang dilakukan sejak 27 Agustus 2020.

“Pemeriksaan secara masif kepada pegawai, bukan hanya ASN, di lingkungan Pemkot dimulai 27 Agustus, kami ingin mencari dengan aktif supaya yang positif diisolasi dan tidak menyebar,” jelas Ahyani di Bandung. (ant)



Apa Pendapatmu?