Alexa Metrics

Pembela Hak Asasi Binatang Desak Presiden Tutup Industri Kopi Luwak

Pembela Hak Asasi Binatang Desak Presiden Tutup Industri Kopi Luwak Langka – Musang luwak dikurung untuk menghasilkan kotoran biji kopi sebagai bahan baku produk kopi luwak. Foto: Istimewa

indopos.co.id – People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) membeberkan video ekspose terbaru yang mengejutkan. Yaitu, tentang pasar hewan hidup dan peternakan musang yang memproduksi kopi luwak di Indonesia.

Musang memakan biji kopi dan dibuang lewat kotoran. Video tersebut telah mengungkap kekejaman yang meluas. Namun kondisi yang sangat kotor di mana hewan-hewan dipelihara juga membawa bahaya bagi kesehatan manusia.

Wakil Presiden Senior PETA Jason Baker mengatakan, selagi COVID-19 merajalela di seluruh dunia kondisi tersebut merupakan suatu potensi yang membahayakan Kesehatan.

”Pasar hewan yang sangat kotor, di mana musang luwak dikurung berdekatan dengan spesies binatang lain, merupakan tempat berkembang biak untuk pandemi. Ini adalah industri yang paling tidak pantas untuk beroperasi saat dunia sedang memerangi penyakit mematikan yang ditularkan melalui hewan,” kata Baker, dalam keterangannya, Rabu (9/9/2020).

Menurutnya, PETA mendorong semua orang untuk berhenti mendukung industri kopi luwak yang kejam dan berbahaya atau berisiko saat pandemi terjadi.

Kelompok ini memperhatikan bahwa pasar hewan hidup dan peternakan hewan liar dikurung bersama kotoran mereka sendiri dan memiliki sistem imun yang lemah. Kurungan merupakan tempat berkembang biak untuk penyakit zoonosis. Apalagi SARS diperkirakan memiliki tingkat kematian sekitar 15 persen, telah diketahui untuk menular dari musang luwak ke manusia.

”Musang luwak yang sudah tidak berguna untuk industri kopi luwak sering dibuang ke hutan atau dijual di pasar hewan hidup,” ujar Baker.

Investigasi ini mengungkapkan bahwa musang luwak dengan luka-luka yang menyakitkan dikurung di kandang-kandang yang sangat kotor dekat dengan binatang lain di pasar seperti itu di Indonesia, memudahkan penyebaran penyakit.

Sehubungan dengan penemuan ini, PETA telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk mendesak beliau agar segera menutup peternakan kopi luwak Indonesia demi kesehatan dan kesejahteraan semua orang.

Baker mengatakan, PETA menyatakan seiring dengan semakin ketatnya cengkeraman virus corona di Indonesia dan seluruh dunia, orang menjadi semakin khawatir dengan bisnis yang melibatkan hewan liar.

Beberapa kekhawatiran itu dapat ditenangkan dengan segera menutup industri kopi luwak. Musang luwak merupakan spesies yang dilindungi di bawah Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Liar yang terancam punah.

Musang luwak (Asian palm civets) biasa ditangkap saat berusia sekitar enam bulan, dikurung di dalam kandang kotor yang berlapiskan tinja, kotoran dan buah kopi yang membusuk; dan hampir tidak diberi makan selain buah kopi. Semuanya hanya untuk menghasilkan kopi luwak. Minuman ini dijual di seluruh dunia dengan harga lebih dari Rp1 juta per cangkir.(dni)



Apa Pendapatmu?