Alexa Metrics

Pekerja Independen Perlu Cara-cara Baru atasi Lesu Ekonomi

Pekerja Independen Perlu Cara-cara Baru atasi Lesu Ekonomi TABAH – Tukang ojek. Foto: Istimewa

indopos.co.id – Salah satu survei Flourish memuat pertanyaan bagaimana pekerja independen atau gig worker di Indonesia menyesuaikan diri dengan krisis COVID-19? Metodologi survei yakni Flourish bermitra dengan perusahaan riset 60 Decibels dan perusahaan perintis untuk pekerja independen.

Melakukan survei daring (online) terhadap 586 pekerja independen pada Juni 2020. Sasaran survei mencakup 221 pengemudi berbagi tumpangan atau ridesharing, 191 penyedia jasa rumah (seperti asisten rumah tangga atau ahli kecantikan), 109 penjual daring dan 65 kurir pengiriman.’

Di antara 66 persen dari mereka yang mengurangi konsumsi, konsumsi makanan merupakan
pengeluaran utama yang mereka kurangi. 61 persen responden menemukan pekerjaan baru atau pekerjaan tambahan, sebagian besar melalui platform digital, seperti penjualan ritel daring atau pekerjaan berdasarkan permintaan.

Hampir 40 persen berencana untuk mencari pekerjaan baru dalam bulan-bulan mendatang.
Meskipun secara langsung khawatir tentang krisis COVID-19, para pekerja independen di Indonesia juga fokus pada masa depan. Menabung demi masa depan merupakan tujuan nomor satu jangka pendek dan jangka panjang pekerja independen.

81 persen responden sangat mengkhawatirkan kemampuan mereka menabung untuk usia tua nanti. Keamanan yang terutama – secara spesifik, risiko tidak mampu bekerja. Sebagian besar
responden sangat khawatir tentang bagaimana jika mereka tidak mampu bekerja
apabila mereka jatuh sakit atau terlibat dalam kecelakaan (66 persen), atau jika telepon atau
mobil mereka rusak (59 persen).

Pekerja independen lebih gelisah tentang kebutuhan uang tunai jangka
pendek daripada pendanaan jangka panjang. 63 persen responden sangat khawatir tentang apakah mereka memiliki cukup banyak uang tunai untuk melakukan pekerjaan mereka, dibandingkan dengan hanya 32 persen yang khawatir tentang akses ke pendanaan aset.

”Pandemi menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pekerja independen di
Indonesia, serta kemampuan beradaptasi mereka dan dorongan kewirausahaan mereka dalam
menghadapi kesulitan,” kata Smita Aggarwal, global investments advisor di Flourish.

Menurutnya, walau pekerja independen telah menunjukkan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi krisis ini.

”Kami percaya terdapat peluang yang berarti untuk platform kerja independen dan financial technology _(Fintech) guna memenuhi kebutuhan finansial pekerja yang belum terpenuhi dan membantu likuiditas jangka pendek, perlindungan penghasilan, serta resiliensi jangka panjang,” cetusnya.(dni)



Apa Pendapatmu?