Alexa Metrics

Satpol PP DIY Mulai Berlakukan Sanksi Sosial bagi Pelanggar Protokok Kesehatan

Satpol PP DIY Mulai Berlakukan Sanksi Sosial bagi Pelanggar Protokok Kesehatan Pelanggar pemakaian masker di kawasan Pasar Buah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman diberi sanksi menyapu, menyanyi, hingga ‘push up’. (Foto: ANTARA)

indopos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai memberlakukan sanksi sosial bagi pelanggar protokol kesehatan, khususnya pemakaian masker di kawasan Pasar Buah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman dengan menyapu, menyanyi, dan ‘push up’.

“Yang belum sadar pakai masker dan pakai dengan benar kami kasih pembinaan,” kata Kasi Satlinmas Satpol PP DIY Winarsih di sela operasi pemakaian masker di Pasar Gamping, Sleman, pada Rabu (9/9).

Menurutnya, pemberlakuan sanksi sosial itu mengacu Peraturan Gubernur DIY Nomor 77 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pengendalian COVID-19 yang diteken Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X pada 4 September 2020.

“Yang terjaring (operasi non-yustisi) lebih dari 50 orang pada hari ini,” ujarnya.

Winarsih menjelaskan bahwa para pelanggar protokol yang terjaring dalam operasi non-yustisi itu rata-rata berusia 20 sampai 40 tahun. Ada yang sama sekali tidak membawa masker, membawa namun hanya disimpan, dan sebagian lainnya memakai namun hanya sampai di dagu.

“Ada yang pakai masker tapi diletakkan di dagu. Ada juga yang tidak punya masker,” ungkapnya.

Setelah didata, mereka diberi sanksi mulai dari menyapu, ‘push up’, hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah menjalani sanksi sosial, warga yang tidak membawa masker kemudian diberi masker oleh petugas.

Salah seorang warga yang mendapat sanksi menyapu di sudut Pasar Gamping, Sugiyanti (45) mengaku telah membawa masker dari rumah. Namun, saat itu masker hanya dipakai sampai di dagu.

Warga Desa Sidoarum, Kecamatan Gamping, Sleman itu menyadari bahwa pemakaian masker penting untuk menekan penyebaran COVID-19.

“Habis mengantar pesanan bakso di SMP Mataram. Gugup, ternyata ada operasi. Saya kira operasi SIM dan STNK,” akunya.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan bersama tim gabungan TNI dan Polri, operasi akan terus digencarkan selama masa tanggap darurat bencana COVID-19 di DIY yang kembali diperpanjang hingga 30 September 2020.

Menurut Noviar, tujuannya adalah untuk memberikan pembinaan masyarakat agar memiliki kesadaran melindungi diri serta orang lain dari penularan COVID-19. Selama Agutus 2020, Satpol PP DIY telah menindak 5.924 orang pelanggar protokol kesehatan, khususnya terkait pemakaian masker.

Selain operasi pemakaian masker, sebagian personel Satpol PP DIY melakukan supervisi di hotel, rumah makan, serta destinasi wisata untuk memastikan protokol kesehatan betul-betul ditegakkan.

“Tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan langsung dicabut izinnya,” pungkasnya. (ant)



Apa Pendapatmu?