Alexa Metrics

Jakob Oetama Tokoh yang Mengembangkan Pemikiran Keagamaan yang Inklusif dan Moderat

Jakob Oetama Tokoh yang Mengembangkan Pemikiran Keagamaan yang Inklusif dan Moderat Jakob Oetama.

indopos.co.id – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, bangsa Indonesia berduka atas meninggalnya tokoh pers nasional Jakob Oetama, salah satu pendiri Kompas Gramedia, sebuah koran harian yang menjadi kompas berita Indonesia.

“Pak Jakob Oetama adalah sosok yang namanya sudah melegenda di dunia pers nasional. Karena hidupnya didedikasikan sepenuhnya untuk dunia pers. Dunia yang membesarkan namanya, dan dengan kekuatan cinta dan kesabaran beliau telah berhasil membesarkan pers nasional di negeri tercinta,” jelasnya Kamis (10/9/2020).

Lebih lanjut Zainut mengatakan, Jakob Oetama menjadi sumber referensi dan inspirasi dari berbagai kalangan jurnalis. Baik jurnalis pemula maupun jurnalis senior.

“Pak Jakob adalah figur jurnalis profesional yang mumpuni. Memiliki komitmen keindonesiaan dan kemanusiaan yang kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut Zainut yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia mengatakan, Jakob banyak mengajarkan nilai-nilai humanisme, demokrasi dan keterbukaan. Keberpihakan pada kelompok kecil, rentan dan tertindas menjadi menu literasi media yang terus dibangun dan dikembangkannya.

“Beliau memiliki sikap terbuka untuk menerima kritik dan pendapat. Namun tetap kritis dan konstruktif. Karena hal itulah menjadi kekuatannya dalam menjalankan fungsi kontrol pers kepada pemerintah,” beber Zainut.

Hal itu, kata dia, membuat Jakob tetap independen dan tidak tersandera oleh kelompok aliran politik manapun. Dan tetap merdeka dalam menyampaikan kritik dan pendapat kepada siapa pun yang dianggap bersalah atau kurang bijak dalam menjalankan tugas negara.

“Pak Jakob adalah tokoh yang mengembangkan pemikiran keagamaan yang inklusif dan moderat. Sebuah praktik keagamaan yang menjaga harmoni kebhinekaan, kerukunan sosial, serta menghormati kearifan lokal dan memuliakan harkat kemanusiaan,” jelas Zainut.

Pesan-pesan moral yang disampaikan baik melalui lisan maupun tulisan, selalu aktual dan mencerahkan.

“Kami semua merasa kehilangan sosok teladan yang rendah hati, sederhana dan selalu menginspirasi. Selamat jalan Pak Jakob Oetama, semoga engkau istirahat dengan tenang dan selalu tersenyum di alam keabadian,” pungkasnya.(rmn)



Apa Pendapatmu?