Alexa Metrics

DD Jatim Salurkan Kado Pangan, Ke Ratusan Pengajar Atas Dedikasi Ekstra di Tengah Pandemi COVID-19

DD Jatim Salurkan Kado Pangan, Ke Ratusan Pengajar Atas Dedikasi Ekstra di Tengah Pandemi COVID-19 dompet Dhuafa

indopos.co.id  — Haru dan bangga, adalah dua kata yang cukup mewakili perasaan tim Dompet Dhuafa Jawa Timur (DD Jatim) saat berkunjung menyalurkan paket sembako sebanyak 104 jiwa yang mayoritas adalah pahlawan tanpa tanda jasa menjadi penerima manfaat, Selasa (8/9/2020), di KB-TK Kia Kira Sedati, Sidoarjo.

Bagaimana tidak, kedatangan tim disambut dengan senyum bahagia mereka yang saat itu tengah bersiap kembali ke rumah. Rasa lelah setelah menyelesaikan tugasnya mengajar sejak pagi hingga sore, ditutupnya dengan pancaran senyum. Hal itu lah yang membuat tim DD Jatim merasa haru, selain juga melihat senyum semangat para siswanya.

DD Jatim Salurkan Kado Pangan, Ke Ratusan Pengajar Atas Dedikasi Ekstra di Tengah Pandemi COVID-19

Dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, Guru memang memiliki tugas yang cukup luar biasa dalam mendidik anak-anak generasi bangsa. Mendidik banyak siswa, memahami mentalitas setiap siswa yang beragam, serta memastikan mereka menjadi manusia yang bijak bukanlah hal yang mudah. Seorang guru akan dijadikan panutan bagi para siswanya dalam menjalani hidup. Sehingga, segala yang dilakukannya sehari-hari, akan menjadi contoh bagi para siswanya.

Perkembangan suatu bangsa dimulai dari kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Dari kegiatan itulah, nantinya akan lahir putra dan putri bangsa yang akan menjadi pemegang tongkat estafet pembangunan Negara. Mula dari proses tersebut, tidak lepas dari sesosok pahlawan yaitu guru.

Di masa pandemi seperti ini, tentu tugas guru sebagai kunci regenerasi bangsa menjadi lebih ekstra. Dari pertemuan dengan para guru KB-TK Kia Kira Sedati, Diaz Patria Yunanto selaku Divisi Pendidikan dan Syiar Dakwah DD Jatim, mengaku mendapat banyak pandangan hal dari hasil pembahasannya dengan para guru. Satu hal yang menjadi pesan penting bagi Diaz, bahwa pendidikan adalah hak semua anak di dunia. Mendidik adalah persoalan hati dan panggilan jiwa bagi mereka yang siap berdedikasi, tanpa pandang bulu.

“Dari banyak hal yang kami bahas selama di sana, ada satu hal yang menjadi pesan penting. Bahwasanya pendidikan adalah hak semua anak di dunia. Mendidik adalah masalah hati dan panggilan jiwa bagi mereka yang siap berdedikasi, tanpa pandang bulu, dan tanpa pandang berapa besaran yang nantinya akan diperoleh. Karena kunci surga jauh lebih berharga dari segalanya, dan mengajar adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkannya,” pungkas Diaz Patria Yunanto.(mdo)



Apa Pendapatmu?