Ormas Bukan Pelengkap Penderita, Punya Peran Dalam Pemilu

indopos.co.id – Wakil Ketua Bidang Hubungan Ormas dan Lembaga Politik Golkar DKI, Slamet Riyadi mengatakan pendidikan politik dapat membuat ormas ataupun kader belajar mengenai pendekatan ke masyarakat. Mereka juga bakal belajar memperkirakan bagaimana kondisi dalam pemilu beberapa tahun mendatang.

“Penting belajar pendekatan budaya dan demografi ini untuk 2024. Ormas bukan pelengkap penderitaan saja dan kali ini dibuktikan oleh Golkar Jakarta,” kata Slamet di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Menurut DPD I Partai Golkar DKI Jakarta ini,  sudah melaksanakan kegiatan pendidikan politik bagi pimpinan kecamatan dan kelurahan se-Jakarta sebanyak enam kali. Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) menjadi ormas sayap partai pertama yang menyambangi Kantor DPD Golkar Jakarta, pada Rabu kemarin (9/9/2020).

Bendahara DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Firlie Ganinduto menyebut jika efektivitas dan efesiensi dalam menjalankan roda organisasi bakal mempengaruhi bagaimana cara partai meraih pundi-pundi suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) serentak.

Baca Juga :

Karena itu baik kader sampai orang-orang di organisasi sayap partai, harus bisa mempelajari beberapa hal penting.  Dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat di akar rumput agar diterima dengan baik. Kader dan ormas merupakan salah satu motor partai paling penting untuk merebut pundi-pundi suara. Sehingga, butuh banyak pembekalan yang harus diberikan kepada mereka.

“Termasuk dengan menggelar pendidikan politik dalam menjalankan roda organisasi yang cepat dan tepat pada masa krusial. Seperti dalam masa pemilu,” pungkasnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Dicky Pelupessy mengatakan organisasi Kemasyarakatan (ormas) mempunyai peran yang cukup vital dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat. Menurutnya, komunitas, terutama yang memiliki ciri khas kuat bakal lebih mudah diterima di tengah masyarakat yang cukup majemuk ini.

“Pendekatan komunitas memang bisa menjadi salah satu cara untuk lebih mengenal masyarakat lebih dekat. Karena setiap komunitas itu punya keunikan dan tugas kita mengenal keunikan itu,” pungkasnya. (dai)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.