Alexa Metrics

Konsumsi Domestik Kunci Utama Gerakkan PDB Indonesia

Konsumsi Domestik Kunci Utama Gerakkan PDB Indonesia DIPILIH- Ilustrasi pedagang perabot rumah tangga keliling. FOTO:IST

indopos.co.id – Pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak perubahan besar di segala aspek kehidupan, terutama dalam hal dampak ekonomi yang ditimbulkannya. Banyak negara di dunia yang roda perekonomiannya terganggu, tidak terkecuali Indonesia.

Produk Domestik Bruto (PDB) di triwulan kedua mengalami kontraksi sebesar -5,32 persen secara tahunan, merupakan penurunan terendah sepanjang sejarah Indonesia. Untuk menggerakkan kembali roda perekonomian pemerintah telah meluncurkan berbagai stimulus untuk membantu berbagai lapisan masyarakat. Persoalan tersebut diperbincangkan dalam DBS eTalk Series bertajuk Finding Opportunities Amidst Ongoing Economic Recovery and Sustainable Consumerism.

Chief Economist & Investment Strategist MAMI Katarina Setiawan mengatakan, beberapa faktor yang bisa menggairahkan perekonomian, terutama dari sisi konsumsi di paruh kedua 2020.

Di antaranya adalah gaji ke-13 untuk pegawai negeri sipil (PNS) dengan anggaran Rp28,5 triliun, bantuan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp24 triliun. Begitu pula cash-back voucher dengan anggaran sebesar Rp7,6 triliun untuk mendorong masyarakat membeli produk UMKM melalui program Bangga Buatan Indonesia.

”Selain itu, pemerintah juga telah menganggarkan dana sebesar Rp37 triliun untuk memberi stimulus selama empat bulan bagi masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Konsumsi domestik dan penjualan ritel rumah tangga menjadi salah satu kunci utama dalam menggerakkan PDB Indonesia yang saat ini mendominasi hingga 58 persen dari ekonomi indonesia.

Hemant Bakshi, President Director PT Unilever Indonesia mengungkapkan, sebagai perusahaan consumer goods dengan berbagai merek yang sangat dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa produk-produk kami terus memenuhi kebutuhan konsumen setiap harinya.

”Bukan hanya mendorong kami untuk terus berinovasi dan memaksimalkan pengalaman selama puluhan tahun, pandemi juga menjadikan kami lebih adaptif, gesit, penuh perhatian, dan tajam dalam mengenali demand patterns, kemudian tetap mewujudkan hasil yang diinginkan dalam kondisi terkini. Inilah salah satu cara yang kami yakini dapat membantu konsumsi rumah tangga untuk terus meningkat sehingga bersama-sama Indonesia dapat keluar dari krisis ini dengan lebih tangguh,” ungkapnya. (dni)



Apa Pendapatmu?