Alexa Metrics

Marak Homestay Ilegal di Kepulauan Seribu

Marak Homestay Ilegal di Kepulauan Seribu OBJEK WISATA – Foto udara suasana Pulau Ayer Resort di Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). (antara)

indopos.co.id – Kepala UP PMPTSP Kepulauan Seribu Erwin menjelaskan, data suku dinas Parekraf tercatat 1.395 unit homestay tersebar di pulau wisata permukiman. Namun, belum semuanya memiliki izin usaha karena terkendala beberapa persyaratan.

“Kita akan permudah perizinannya selama ada komitmen untuk melengkapi kekurangan persyaratannya,” kata Erwin di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Sebagai wilayah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sambung Erwin, sudah selayaknya homestay di pulau-pulau permukiman memiliki izin usaha. Sehingga bisa menjadi pemasukan bagi pendapatan daerah.

“Melalui izin usaha, Pemkab bisa melakukan penarikan pajak yang bisa menjadi pendapatan daerah,” tandas dia.

Rincian homestay dimaksud yakni, Pulau Untung Jawa 213 unit homestay, Pulau Tidung 374 unit, Pulau Pari 340 unit, Pulau Pramuka 317 unit, Pulau Kelapa 38 unit, dan Pulau Harapan 113 unit.

“Pemilik bisa datang langsung ke kantor PTSP di kelurahan masing-masing atau di kantor kabupaten untuk mengurus izin usahanya,” pungkas Erwin. (ant/rul)



Apa Pendapatmu?