Alexa Metrics

Pemprov Lampung Minta Pengelola Tempat Wisata Perketat Protokol Kesehatan

Pemprov Lampung Minta Pengelola Tempat Wisata Perketat Protokol Kesehatan Wisatawan sedang berlibur di salah satu laut di Lampung pada masa liburan. (Foto: ANTARA)

indopos.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Lampung meminta pengelola tempat wisata memperketat dan bertanggung jawab terhadap penerapan protokol kesehatan agar tidak terjadi penyebaran COVID-19 dan menjadi klaster baru.

“Saya ingatkan kembali wisata boleh dibuka tapi protokol kesehatan harus diterapkan dengan ketat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana di Bandarlampung, Selasa (8/9).

Ia mengungkapkan meskipun tempat wisata tersebut di zona kuning dan hijau, mereka tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan. Mereka harus lebih mengontrol pengunjung yang datang minimal ada petugas yang berkeliling untuk menegur mereka yang tidak patuh terhadap aturan yang berlaku.

“Kita sebenarnya senang dalam adaptasi kebiasaan baru yang produktif dan aman COVID-19 tempat wisata dibuka kembali namun saya tegaskan mereka harus bertanggung jawab atas protokol kesehatannya,” jelas Reihana.

“Apalagi, saat ini sudah ada satu pasien yang terkonfirmasi positif usai pulang dari laut yakni pasien 463 seorang pria 64 tahun dari Kota Bandarlampung,” tambahnya.

Reihana mengatakan bahwa pria ini termasuk dalam kasus baru dimana yang bersangkutan baru pergi berwisata ke laut dalam situasi yang ramai dan saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit.

Ia mengatakan bahwa terkait temuan ini, pihaknya akan menggelar evaluasi dengan ketua Satgas Penanganan COVID-19 untuk tindak lanjutnya seperti apa.

“Pastinya kita juga menunggu arahan dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sebagai ketua Satgas terhadap situasi wisata di sini,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan bahwa Dinas kesehatan Provinsi Lampung mencatat sebelas penambahan pasien positif COVID-19 baru sehingga total jumlah kasus di wilayah itu hingga kini berjumlah 466 orang dengan rincian dua orang dari Kota Bandarlampung.

“Kemudian, Kabupaten Lampung Utara empat orang, Kota Metro tiga orang dan satu orang masing-masing dari Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran,” jelasnya. (ant)



Apa Pendapatmu?