Alexa Metrics

Kemenag Pastikan Tidak Ada Pemotongan dana BOS Madrasah 2020

Kemenag Pastikan Tidak Ada Pemotongan dana BOS Madrasah 2020 Dana Bos Madrasah

indopos.co.id – Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi angkat bicara terkait beredarnya berita tentang Kementerian Agama (Kemenag) potong dana BOS (bantuan operasional sekolah) Rp100 ribu per-siswa. Menurutnya hal itu tidak benar dan bisa menimbulkan persepsi yang salah terhadap Kemenag.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada pemotongan alokasi dana BOS Madrasah 2020. Anggaran BOS 2020 sama nilainya dengan alokasi 2019,” ujar Zainut, kepada INDOPOS, Kamis (10/9/2020).

Memang awalnya, kata dia, Kemenag ingin merencanakan untuk menaikkan anggaran tersebut. Namun karena adanya wabah COVID-19 maka kenaikan dana BOS tersebut ditunda. Dana tersebut dialihkan untuk penanganan mengatasi dampak Pandemi COVID-19.

“Berdasarkan hasil Raker (rapat kerja) dengan Komisi VIII DPR, Selasa 8 September, diputuskan untuk melanjutkan rencana kenaikan dana BOS Madrasah,” jelas Zainut.

Untuk menindaklanjuti hasil raker dengan Komisi VIII DPR tersebut, Kemenag segera menyampaikan usulan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kita usul ke Kemenkeu untuk mengalokasikan BOS Madrasah dan Pondok Pesantren 2020 per siswa dan per santri sebesar Rp100 ribu,” ujarnya.

Untuk tambahan informasi, Dana BOS akan diserahkan untuk siswa madrasah (MI/MTs/MA) dan santri pesantren (Ula/Wustha/Ulya).

Data Ditjen (Direktorat Jenderal) Pendidikan Islam mencatat ada 3.894.365 siswa MI, 3.358.773 siswa MTs, dan 1.495.294 siswa MA. Sementara santri Pesantren Ula berjumlah 27.540 orang, Wustha 114.517 orang, dan ‘Ulya 18.562 orang.

Tahun 2019, anggaran BOS Kemenag sebesar Rp800 ribu (MI/Ula), Rp1.000.000 (MTs/Wustha), dan Rp1.400.000 (MA/’Ulya). Untuk tahun 2020, anggaran ini direncanakan naik menjadi Rp900 ribu (MI/Ula), Rp1.100.000 (MTs/Wustha), dan Rp1.500.000 (MA/’Ulya).

“Angka kenaikannya Rp100 ribu per siswa madrasah dan per santri pesantren. Kenaikan anggarannya adalah Rp874,84 miliar untuk BOS Madrasah dan Rp16,06 untuk BOS Pesantren. Total berkisar Rp890,90 miliar,” beber Zainut.

Sampai Maret 2020, Kemenag kata dia, masih dalam rencana awal untuk menaikkan anggaran BOS. Rencana tersebut lalu tertunda seiring

Pandemi COVID-19.

Kenaikan anggaran sebesar Rp100ribu per siswa dan santri dialokasikan terlebih dahulu untuk menangani Pandemi COVID-19.

Hal itu sejalan dengan Perppu Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-l9) dan Perpres 54/2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA 2020.

Berdasarkan Surat Menkeu Nomor : S-302/MK.02/2020 tanggal 15 April 2020 tentang Langkah-Langkah Penyesuaian Belanja Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2020, total penghematan Kemenag mencapai Rp2,6 triliun.

“Dari jumlah tersebut, Rp2,02 triliun diambilkan dari porsi anggaran Ditjen Pendidikan Islam,” pungkasnya.(rmn)



Apa Pendapatmu?