Alexa Metrics

Kasus COVID-19 Naik, Pegawai Pemkot Bekasi Takut Bekerja

Kasus COVID-19 Naik, Pegawai Pemkot Bekasi Takut Bekerja ilustrasi apel ASN Pemkot Bekasi Foto: Deny Iskandar/INDOPOS
indopos.co.id – Fenomena naiknya angka orang terkomfirmasi positif di Kota Bekasi membuat panik pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Mereka tak segan-segan mengutarakan ketakutannya terhadap penyakit yang belum ada obatnya.
“Sangat takut pak, tapi mau bagaimana lagi saya harus kerja,” kata, Siti salah satu pegawai di kantor Pemerintah Kota Bekasi, Jumat (11/9/2020).
Bukan hanya dia, pegawai lainnya pun menyatakan hal yang sama. Mereka beralasan karena terbentur pekerjaan, akhirnya memberanikan diri lalu lalang. “Takut banget mas, tapi kan saya kerja. Kalau tidak kerja dimarahin atasan,” kata Tedi, pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Bukan hanya pegawai yang takut, pegawai office boy di kantor pemerintahan juga alami ketakutan. Apalagi, mereka bekerja untuk membersihkan setiap ruangan para aparatur sipil negara (ASN). “Saya bismillah saja mas, soal takut saya takut sekali,” katanya.
Berdasarkan Surat Edaran Nomor 800/4653/BKKPD/PKA mengenai tindak lanjut pengendalian pelaksanaan jam kerja aparatur dalam adaptasi tatanan baru di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, untuk work from home (WFH) dibagi untuk beberapa pegawai. Misalkan, aparatur yang memiliki riwayat penyakit menahun, aparatur yang hamil, dan kondisi kesehatan dalam status pengawasan.
“Tapi tetap diupayakan tetap melaporkan kegiatan kedinasan di rumah yang dilaporkan setiap hari,” tutupnya. (dny)



Apa Pendapatmu?