Alexa Metrics

Terapkan Protokol Kesehatan, MTQ XXIX Sumsel 2020 Lancar

Terapkan Protokol Kesehatan, MTQ XXIX Sumsel 2020 Lancar Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

indopos.co.id – Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX tingkat Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) di Masjid Agung Palembang, saat ini memasuki hari terakhir. Adapun pelaksanaan event keagamaan yang diikuti ratusan peserta tersebut berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Meski terbatas, antusias peserta tetap tinggi bahkan banyak kafilah baru bermunculan.

Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Iqbal Alisyahbana mengatakan, dalam pelaksanaannya, MTQ yang saat ini digelar cukup berjalan lancar.

Hal itu karena sebelumnya Pemprov Sumsel dan semua pihak yang terkait sudah melakukan persiapan matang. Termasuk juga wajib dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah hingga hari terakhir ini, MTQ ini berjalan lancar. Persiapan memang sudah kita lakukan sejak lama, meskipun sempat tertunda akibat Pandemi COVID-19,” jelasnya, dalam keterangannya, Kamis (10/9/2020).

Lebih lanjut Iqbal mengatakan, antusias para peserta juga terlihat pada MTQ tahun ini. Sebab meski MTQ kali ini digelar secara terbatas karena adanya Pandemi COVID-19, namun menurut data yang diperoleh, kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 369 qori dan qoriah dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel.

Diketahui, MTQ XXIX tingkat Provinsi Sumsel 2020 saat ini hanya memperlombakan beberapa cabang saja.

Diantaranya cabang tilawah Alquran golongan anak-anak, remaja, dewasa, Qiro’at Murottak Remaja dan Qiro’at Murottal Dewasa, yang digelar di Masjid Agung Palembang.

Cabang hifzhil Quran 1 juz dan tilawah, 5 juz dan tilawah, 10 juz, 20 juz dan karya tulis ilmiah Al Quran, digelar di Asrama Haji Palembang. Serta untuk cabang hifzhil Quran 39 juz, tafsir bahasa Arab, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, digelar di STIQ Al Lathifiyah Palembang.

“Tahun ini, MTQ tersebut dilaksanakan terbatas jadi jumlah peserta berkurang karena ada dua cabang yang diperlombakan kita kurangi. Tapi jika dibandingkan dengan tahun lalu, antusias masyarakat yang ingin mengikuti MTQ ini tetap tinggi,” terangnya.

Iqbal mengatakan banyak kafila baru yang mengikuti MTQ tahun ini. Dan menandakan jika MTQ ini sudah membudaya di kehidupan masyarakat. “Artinya rasa cinta terhadap Alquran dan pentingnya ilmu agama semakin tumbuh di masyarakat kita,” paparnya.

Dia pun menargetkan, kegiatan MTQ yang dilakukan secara berkesinambungan ini dapat semakin memantik tumbuhnya rasa cinta Alquran di masyarakat.

“Target kita yakni lahirnya terbaik yang nantinya akan kita bawa ke tingkat nasional. Hal ini juga sebagai upaya kita agar program satu desa satu rumah tahfidz yang digagas pak Gubernur semakin berkembang. Sehingga masyarakat Sumsel bebas buta aksara Alquran dan Sumsel yang religus,” pungkasnya.(rmn)



Apa Pendapatmu?