Alexa Metrics

Kunjungi Stasiun KA Tanah Abang, Wakapolri: Apakah Masyarakat Sudah Displin Jalankan Protokol Kesehatan 

Kunjungi Stasiun KA Tanah Abang, Wakapolri: Apakah Masyarakat Sudah Displin Jalankan Protokol Kesehatan  CEK DISPLIN MASYARAKAT-Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono memberikan keterangan usai melakukan kunjungan ke Stasiun KA Tanah Abang, Jakpus, Jumat (11/09/2020). Humas Mabes Polri for indopos

indopos.co.id – Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengunjungi Stasiun Kereta Api, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (11/09/2020). Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri masih menemukan beberapa orang yang tidak menggunakan masker, tapi masih bisa ditertibkan.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengatakan, kunjungan ini untuk mengetahui apakah masyarakat sudah disiplin terhadap protokol kesehatan sekaligus pembagian masker kepada masyarakat.

“Jika dilihat secara keseluruhan hampir seluruh masyarakat sudah menggunakan masker, hanya beberapa orang saja yang masih belum menggunakan, namun dapat ditertibkan,” kata Gatot.

Gatot menegaskan Kadalops sudah membuat aturan yang sangat ketat seperti adanya jarak antrian, pembatasan di dalam gerbong kereta dengan perbandingan 1 gerbong yang seharusnya dapat diisi oleh 200 orang kini dibatasi hanya boleh 74 orang dengan menggunakan masker dan protokol covid-19 lainnya.

“Ke depannya kita semua berharap tidak hanya di Stasiun Tanah Abang saja, namun seperti klaster perkantoran dan pasar juga akan dilaunching penegak disiplin berbasis komunitas. Kadalops dibantu oleh Polri, TNI dan Satpol PP yang akan siaga selama 24 jam, “ujarnya.

Nantinya, menurut Gatot, di semua klaster yang rawan penyebaran Covid-19 akan ada penegak disiplinnya karena jika hanya mengandalkan penegak disiplin Polri, TNI dan Satpol PP yang bergerak, tidak jarang di lapangan ketika tim ini datang maka masyarakat tertib namun ketika tim ini pergi akan berubah lagi.

“Dengan adanya tim yang dipimpin Kadalops ini diharapkan dapat menertibkan 24 jam dan tidak perlu dilakukan Operasi Yustisi, namun cukup diingatkan dengan tetap mengedepankan langkah-langkah yang persuasif dan humanis. Sehingga masker nantinya menjadi suatu gaya hidup,”ungkapnya.

Tim dari Polri, TNI dan Satpol PP akan melihat mana yang belum tertib dan disitulah akan ditertibkan. “Dalam satu Minggu ke depan akan dilakukan launching Operasi Yustisi dengan sasaran masker, sifatnya operasi simpatik. Ketika ada yang tidak memakai masker akan dilakukan peneguran, “katanya.

Polri juga sudah memerintahkan seluruh Kapolda untuk berkoordinasi dengan stakeholders terkait dalam melakukan operasi yustisi dan penegakan hukum secara persuasif dan humanis dengan sasaran penggunaan masker.

Jadi operasi ini bukan merupakan operasi represif, namun pendisiplinan kepada masyarakat agar penggunaan masker dan protokol Covid-19 dapat dilakukan dengan baik dengan tujuan dapat mengurangi penularan wabah Covid-19.

Dengan harapan nantinya seluruh perkantoran yang berada di DKI Jakarta dapat mencontoh dari Kadalops Stasiun Tanah Abang ini, dikarenakan kesadaran akan muncul dari komuitas bukan dari adanya petugas.

Jika ditemukan adanya masyarakat yang tidak menggunakan masker disini maka diperintahkan untuk membeli makser karena banyak yang menjual masker. “Seluruh warga yang masuk ke Stasiun Tanah Abang harus menggunkana masker termaksud didalam gerbong kereta api,”pungkasnya. (gin)



Apa Pendapatmu?