Perlunya Kebijakan Antisipasi Sektor Pasar Keuangan

indopos.co.id – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah mengatakan Pandemi COVID-19 berdampak ke banyak sektor. “Mulai sosial, ekonomi dan kesehatan,” ujarnya, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2020)

Termasuk juga ke pasar modal. Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 5,01 persen atau turun 257,92 poin ke level 4.891,46 pada perdagangan Kamis, 10 September 2020.

Baca Juga :

Kapitalisasi pasar tergerus Rp300 triliun. IHSG terperosok ke zona merah. Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memberlakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) lantaran indeks jatuh hingga 5 persen pada Kamis, 10 September 2020.

“Saya mendukung langkah otoritas di Bursa dengan menghentikan sementara (trading halt) sebagai respon panic selling para trader di pasar bursa,” ujar Said.

Baca Juga :

Dia meminta otoritas BEI (Bursa Efek Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) membuat evaluasi. Yakni atas kebijakan auto rejection di bawah minus 7 persen yang diberlakukan oleh BEI.

Bila nyatanya berdampak pada munculnya over reaction bagi para pelaku pasar di pasar saham. Sebab kebijakan ini tidak ada benchmark-nya di otoritas bursa lainnya

“Saya meminta OJK mengawasi ketat, terutama terhadap saham saham korporasi besar yang kemungkinan mengalami insolvent yang berdampak pada kelangsungan usaha mereka di sektor riil. Termasuk melakukan berbagai mitigasi dengan melakukan stress test pasar saham kita dengan skenario bila PSBB dijalankan di beberapa provinsi,” ujarnya.

Selain itu, Said juga berharap Bank Indonesia (BI) tetap menjaga kewaspadaan untuk menjaga stabilitas kurs dan inflasi serta tetap mendukung stabilitas di pasar SBN sebagai basis utama pembiayaan APBN.

Lebih jauh, dia meminta pemerintah memberikan pernyataan kepada publik. Hal itu diperlukan untuk memberikan kepastian kebijakan dan rencana-rencana ke depan atas kebijakan pemerintah. Terutama kebijakan pusat dan daerah dalam penanganan COVID-19. Serta capaian capaian program pemulihan ekonomi nasional.

Langkah ini sangat penting sebagai dasar para pelaku pasar, khususnya di pasar keuangan mendapatkan kepastian tentang rencana kerja pemerintah pusat dan daerah.

“Saya berharap Bapak Erik Thohir, selaku Ketua Tim Penanganan Covid 19 dan Program Pemulihan Ekonomi yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan ke publik agar masyarakat dan pelaku pasar bisa tenang,” pungkasnya. (rmn)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.