Alexa Metrics

Muncul Bisik-Bisik Halus Sebutan Sersan Koeman

Muncul Bisik-Bisik Halus Sebutan Sersan Koeman

indopos.co.id – Ronald Koeman kini berupaya menanamkan jejaknya sebagai pelatih Barcelona. Pada dasarnya, gaya permainan Blaugrana tetap konsisten berdasarkan penguasaan bola. Bedanya, Koeman akan membawa versi yang lebih langsung dan lebih energik. Versi itu tidak mampu dilakukan di era Ernesto Valverde maupun Quique Setien.

Yang pertama harus disadari adalah bahwa pelatih asal Belanda itu tidak hanya berpegang pada satu sistem. Selama masa jabatannya yang singkat sebagai pelatih tim nasional Belanda, Koeman lebih suka memilih formasi 4-3-3, dengan dua pemain bertahan dan satu lagi gelandang enerjik.

Di salah satu peran model inilah Frenkie de Jong bersinar untuk Ajax. Anak muda itu juga tampil secara mengesankan untuk Belanda di bawah arahan Koeman.

Jika idealisme seperti itu yang diterapkan, Koeman tentu memainkan De Jong di posisi yang disukainya di Camp Nou. Dengan demikian, Sergio Busquets yang akan akan menjadi korban. Koeman lebih suka memiliki mobilitas dan dinamisme di lini tengahnya, meskipun ia juga sering memainkan posisional gelandang. Karena itu, kini mulai santer bisik-bisik halus yang memanggil sang pelatih dengan sebutan Sersan Koeman.

Kedatangan Miralem Pjanic bisa sangat berguna untuk meneruskan strategi. Dalam hal gelandang serang, Georginio Wijnaldum adalah aktor utama posisi. Oleh karena itu, tidak mengherankan pelatih baru Barcelona ini tertarik mendatangkan rekan senegaranya dari Liverpool musim panas ini.

Jika Wijnaldum tidak datang, mantan pemain Liverpool ini masih bisa bermain di posisi itu, Philippe Coutinho. Opsi lain termasuk Pjanic bermain lebih jauh ke depan, Lionel Messi bermain sedikit lebih dalam atau bahkan Pedri. Di luar lapangan, Koeman suka para pemain sayapnya bergerak bebas membawa ancaman dari sisi kiri dan kanan.

Ansu Fati cocok dengan profil itu mungkin lebih baik daripada siapa pun di Camp Nou, sementara Ousmane Dembele juga bisa mendapatkan keuntungan dalam sistem baru. Di depan, jika Lautaro Martinez tidak datang, Antoine Griezmann bisa menjadi orang target man. “Dengan segala hormat, dia bukan pemain sayap,” kata Koeman tentang orang Prancis itu.

Jika Griezmann memulai dirinya sendiri bersama Messi, sistem dapat berubah menjadi Formasi 4-2-3-1, dengan pemain Argentina itu bermain di belakang mantan penyerang Atletico Madrid.

Dari persektik taktis, Koeman suka timnya memberikan pressing ke lawan. Tetapi ini tidak biasa dilakukan tim Barcelona secara tradisional. Bermaind engan garis pertahanan tinggi tetapi, pada saat yang bersamaan, dia tidak menunggu lawan datang.

Rencana permainan Koeman didasarkan pada tekanan pada bola di lini tengah, memenangkan bola kembali,  dan memainkannya ke depan secara langsung. Fans Barcelona menunggu apakah kehadiran Koeman membawa angin segar bagi permainan Barcelona. (*)



Apa Pendapatmu?