Alexa Metrics

Barcelona Tetap seperti Api dalam Sekam

Barcelona Tetap seperti Api dalam Sekam

indopos.co.id – Lionel Messi memang masih bertahan di Barcelona, ​​tetapi api persoalan di Camp Nou masih belum padam benar lho. Api persoalan itu masih menyala di mana-mana. Ingat itu. Presiden Josep Maria Bartomeu menghadapi instabilitas di semua level. Citranya merosot tajam gara-gara semua kejadian belum lama ini.

Ketenangan yang terlihat  sekarang mirip sebuah danau besar. Sekilas airnya kelihatan tenang, padahal beriak di dalamnya. Artinya, api persoalan itu bisa menyala lebih terang benderang setiap saat. Beberapa bulan ke depan, Blaugrana dan dewan akan banyak mendapatkan sorotan.

Relasi manajerial antara Messi dengan sang presiden tidak baik. Itu terlihat dari pernyataan sang superstar bahwa dia tak ingin terlibat persoalan hukum dengan klub yang telah memberikan ruang besar selama ini kepadanya. Messi adalah kapten tim. Ia favorit penggemar. Sulit bagi Bartomeu memenangkan pertempuran melawan idola orang banyak.

Selain kapten, ada pemain lain dari ruang ganti yang juga memiliki perselisihan dengan dewan klub. Mantan direktur olahraga Eric Abidal mengkritik beberapa penampilan pemain dan beberapa kebocoran, terutama pada isu-isu seperti pemotongan gaji karena COVID-19, juga tidak membantu.

Mosi tidak percaya dan pemilihan pengumpulan tanda tangan anggota Barcelona kini sedang berlangsung. Jika berhasil,  Bartomeu akan menghadapi pemungutan suara yang akan menentukan apakah ia tetap di pos itu atau tidak.

Apa pun hasil dari mosi ini, ada pemilihan pada bulan Maret. Jadi mandatnya memiliki tanggal kedaluwarsa semakin jelas. Majelis Bartomeu harus mempertahankan manajemennya sebelum komitmen umum klub dalam skenario ini. Presiden juga dapat menghadapi mosi tidak percaya, dalam kasus gagal memenangkan pertempuran itu. Ia tidak akan berkewajiban untuk meninggalkan posisinya tetapi citranya akan rusak parah. Klub dan Barcelona tidak terkecuali karena mereka telah kehilangan pendapatan 154 juta euro di musim 2019/20 karena pandemi. Situasinya akan terus rumit tahun ini. Menyesuaikan tingkat gaji sangat penting untuk menyeimbangkan pembukuan klub dan anggota akan akan melihat bagaimana dewan saat ini mengatasi hal itu. BarcagatePolice menemukan tanda-tanda korupsi dalam saga Barcagate. Kita belum tahu saga menyangkut siapa yang terindikasi dalam laporan itu.

Menurut laporan polisi, anggota dewan mungkin mendapatkan manfaat secara individual dengan menyewa i3 Ventures untuk membantu menaikan citra Barcelona di media sosial. Di balik itu, ada selisih sekitar 200.000 euro. Itu yang tidak jelas. Ada praktik kongkalikong di sana.

Kasus ini menjadi jalan masuk untuk persoalan lain. Suarak berisik dari ruangan ganti Barcelona muncul karena ada sekelompok pemain yang bersikap kritis kepada manajemen tentang persoalan ini. Messi hadir bahkan mengendalikan kelompok ruangan ganti itu.

Para pemain bukannya tidak setuju pemotongan gaji karena ekses pandemi. Namun, mereka tidak rela di kala niat pemotongan itu dilakukan, ada sektor lain yang tetap kental dengan iklim kongkalikong. Sumber penghasilan klub tidak mengalir ke korporasi, tetapi menetes dengan rapi ke kantong-kantong pribadi. Inilah sebetulnya alasan utama sang penyumbang 33 gelar untuk Barcelona itu berontak dan ingin meninggalkan klub. Messi sebetulnya ingin mementaskan sebuah opera cerdas tanpa dramaturginya namun ditangkis Bartomeu menjadi sebuah operasi opera sabun. (*)



Apa Pendapatmu?