Alexa Metrics

Penjualan Apartemen saat COVID-19 Cuma Naik Tipis 0,2 Persen

Penjualan Apartemen saat COVID-19 Cuma Naik Tipis 0,2 Persen Properti apartemen dipilih milenial sebagai hunian. (Foto: ADRIANTO/INDOPOS)

indopos.co.id -Enam bulan lebih virus COVID-19 masuk ke Indonesia. Akibatnya segala sektor bisnis terkena dampak langsung.

Roda perekonomian tersendat. Termasuk juga bisnis properti apartemen jatuh tersungkur.

Manager Research & Consultant Coldwell Banker Commeris Angra Angreni mengatakan, penjualan apartemen anjlok dibandingkan dengan perumahan (landed house) selama Pandemi COVID-19. ”Kondisi paling parah dalam penjualan apartemen terjadi pada April–Mei 2020 yang membuat banyak pengembang tak mampu mencapai target,” ungkapnya, Rabu (9/9).

Menurut catatan Coldwell, penjualan apartemen kuartal II/2020 sangat jauh dari nilai yang ditargetkan. Pengembang kehilangan investor sebagai target pasar, karena kecenderungan wait and see.

Dalam keadaan seperti itu, profil end-user menjadi opsi yang paling realistis sebagai target pasar. Meskipun cenderung lebih terbatas jika dibandingkan dengan investor yang terkadang membeli sekaligus beberapa unit.

Pasokan baru dan permintaan bersih unit apartemen pada kuartal II/2020 juga lebih sedikit dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Dia menyebut, permintaan bersih mengalami penurunan hingga 46,3 persen yang mengakibatkan kenaikan rata-rata tingkat penjualan kurang dari 1 persen.

Secara rata-rata, harga jual apartemen di Jabodetabek hanya naik 0,2 persen. Dia mengutarakan tingkat penjualan tertinggi berasal dari apartemen di Jakarta yaitu 93,5 persen.

Sehingga unit yang tersisa cenderung terbatas. Sedangkan rata-rata tingkat penjualan di Bodebek dan Tangerang berturut-turut 86,7 persen dan 85,8 persen.

Penyerapan unit apartemen yang paling banyak selama kuartal II/2020 dikontribusi oleh proyek apartemen di Tangerang, yang didominasi oleh apartemen kelas middle up di BSD dan Bintaro. Diikuti Bodebek dengan penyerapan unit tertinggi pada proyek apartemen middle low, terutama di Bekasi.

Senada dengan Coldwell, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto menyebut, penjualan apartemen hingga Juni anjlok. Hanya dua proyek yang mengalami peningkatan penjualan besar karena baru dipasarkan.

Sisanya, hampir tidak ada penjualan sama sekali. Sebab, banyak marketing gallery dan show unit yang tutup selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

”Mayoritas penjualan terjadi di apartemen kelas menengah ke bawah. Analisa kami, tingkat serapan akan turun 1 persen hingga 2 persen pda akhir tahun,” prediksinya.

Saat ini, calon pembeli yang menggunakan pinjaman bank masih berpikir dari banyak sisi. Di antaranya, kepastian pekerjaan dan kemampuan mencicil di tengah ketidakpastian ini.

Di sisi lain, investor berpikir ulang, karena harga sewa masih tertekan, sehingga harapan imbal balik yang menarik pun berkurang. Pihaknya mencatat, harga jual apartemen khususnya di Jakarta pada kuartal II/2020 masih stagnan di angka Rp34,95 juta per meter persegi.

Namun, mereka memprediksi kemungkinan ada sedikit penyesuaian harga sebesar 0,4 persen pada akhir 2020. Dirinya menyebut, pengembang mengganti strategi penjualan dari yang awalnya fokus ke offline menjadi online.

Mereka juga lebih banyak iklan dalam pencegahan virus corona, dan membuat cara bayar yang lebih ringan. Seperti memperpanjang tenor cicilan dan menghilangkan uang muka.

Pengembang Hocky Anwa Lestari menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memasarkan Apartemen Anwa Residence yang terletak di daerah Bintaro. Guna menarik pembeli, mereka memiliki program terbaru dengan tema “Anwa Septakuler”.

Program ini diperuntukkan bagi para calon pembeli yang ingin memiliki hunian berkonsep Modern Dinamic Living di daerah Bintaro, sangat cocok untuk para milenial maupun para pasangan muda. “Para calon pembeli mendapatkan beberapa promo terbaiknya mulai dari cicilan per bulan mulai dari Rp1,9 jutaan yang sudah free furnised, KPA Express, diskon hingga berbagai hadiah menarik lainnya yang spektakuler tanpa diundi,” jelas Head Marcomm Anwa Residence Habib Akbar.

Dia menyebut, Hocky Anwa Lestari sebagai Developer Anwa Residence dibawah naungan Holding Sari Kresna Group konsisten dalam kualitas pembangunan. Hingga saat ini pembangunan gedung sudah pada lantai 17.

”Kami juga memberikan kemudahan-kemudahan dalam cara pembayaran untuk para customer, terutama kaum millennial yang ingin mempunyai hunian impian yang terletak di daerah Bintaro,” terangnya. Pada Agustus lalu, pihaknya menyambut Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang tertarik dengan Anwa Residence untuk berinvestasi.

Menurut Raffi, dirinya tertarik untuk berinvestasi di apartemen baru itu setelah ia melihat ada spanduk Anwa Residence dengan promo cicilan Rp1,9 jutaan. ”Saat saya melintasi daerah Bintaro, saya melihat ada spanduk Anwa Residence dengan promo cicilan 1,9 jutaan. Dan saya tertarik melakukan investasi properti di Anwa Residence untuk anak tersayang kami Rafathar,” ungkap presenter ngetop itu.

Buyer Punya Daya Tawar Tinggi

Hasil studi Indonesia Property Market Index, harga yang dirilis Rumah.com menunjukkan kondisi pasar properti nasional pada masa normal baru dalam kondisi buyers market selama kuartal kedua tahun ini. “Memasuki fase kenormalan baru, penyedia suplai properti melakukan koreksi harga untuk menjaga daya tarik properti di mata konsumen. Karena itu, kuartal kedua masih menjadi buyer’s market. Di mana konsumen memiliki daya tawar yang lebih tinggi,” ujar Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.

Indeks harga rumah tapak tercatat sebesar 114,9 pada kuartal kedua 2020 atau turun sebesar 0,7 persen. Namun secara tahunan masih menunjukkan kenaikan sebesar tiga persen.

Kenaikan rata-rata secara tahunan untuk rumah tapak sebelumnya adalah 6 persen. Berbeda dengan rumah tapak, indeks harga apartemen tercatat pada 116,5 atau naik tipis sebesar 1,5 persen secara tahunan.

Angka kenaikan tahunan pada kuartal kedua 2020 ini masih lebih kecil dibandingkan rata-rata kenaikan apartemen secara tahunan yakni sebesar 5 persen. Tren pertumbuhan RIPMI-H kuartalan dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan di sejumlah wilayah penyuplai besar, seperti Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Sementara itu, DKI Jakarta terlihat lebih resisten. Indeks harga properti pada kuartal kedua 2020 di Banten tercatat sebesar 105,6 atau turun sebesar 1,8 persen.

Penurunan juga dialami Jawa Timur, yakni sebesar 1,11 persen atau berada pada indeks 91,5. Sedangkan Jawa Barat berada pada indeks 117,1 atau tercatat turun 0,9 persen. Berbeda dengan sejumlah provinsi di atas, DKI Jakarta justru menunjukkan tren positif.

Indeks harga properti DKI Jakarta berada pada angka 112,1 atau naik sebesar 1,8 persen. (dew)



Apa Pendapatmu?