Alexa Metrics

Replika Peti Mati Diarak di Cakung Barat, Ini Tujuannya

Replika Peti Mati Diarak di Cakung Barat, Ini Tujuannya Camat Cakung Achmad Salahudin (kedua kanan) bersama Lurah Cakung Barat Ridwan Dulhadi, Danramil, Kapolsek Cakung dan lain-lain, saat kampanye dan sosialisasi ‘Gebrak Masker’, dari halaman Kantor Kelurahan Cakung Barat, di Jalan Tipar Cakung, para peserta mengarak sebuah replika peti mati dengan jenazah dibungkus kain kafan yang diletakkan di atasnya, Sabtu (12/9/2020).

indopos.co.id – Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, menggelar kegiatan yang berbeda dari yang biasa dilaksanakan di banyak daerah dalam mengingatkan masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Melalui kampanye dan sosialisasi yang dinamakan ‘Gebrak Masker’ itu, dari halaman Kantor Kelurahan Cakung Barat, di Jalan Tipar Cakung, para peserta mengarak sebuah replika peti mati dengan jenazah dibungkus kain kafan yang diletakkan di atasnya.

Acara berupa kampanye dan sosialisasi ini dihadiri Camat Cakung Achmad Salahudin, Danramil (Komandan Rayon Militer), Kapolsek (Kepala Kepolisian Sektor) Cakung, Gugus Tugas COVID-19, PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan), FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat), Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan Karang Taruna.

“Pesan dari kegiatan ini tak lain yaitu untuk mengingatkan soal pentingnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan serta menjadi lebih peduli pada kesehatan diri, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya,” ujar Lurah Cakung Barat Ridwan Dulhadi, di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

Selain sebagai simbol, diaraknya replika peti mati ini bentuk peringatan kepada warga bahwa COVID-19 dapat menjadi penyebab kematian. Sehingga masyarakat diimbau untuk memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Replika Peti Mati Diarak di Cakung Barat, Ini Tujuannya

Camat Cakung Achmad Salahudin (tengah) bersama Lurah Cakung Barat Ridwan Dulhadi (belakang) Danramil (kanan), Kapolsek Cakung (kiri), memberikan keterangan di sela kampanye dan sosialisasi ‘Gebrak Masker’, dari halaman Kantor Kelurahan Cakung Barat, di Jalan Tipar Cakung, para peserta mengarak sebuah replika peti mati dengan jenazah dibungkus kain kafan yang diletakkan di atasnya, Sabtu (12/9/2020).

Camat Cakung Achmad Salahudin menyebutkan, pengarakan replika ini bertujuan untuk membuat masyarakat sadar akan pentingnya penerapan protokol kesehatan, bukan untuk menakut-nakuti.

“Cakung saat ini penyumbang jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 tertinggi kedua di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur, sehingga hal ini perlu ditekan,” katanya.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian rompi kepada Ketua RW (Rukun Warga) 07, LMK RW 07 dan Ketua Karang Taruna Kelurahan Cakung Barat, serta pemberian masker kepada warga.

Untuk diketahui, saat ini Jakarta dalam situasi darurat pandemi COVID-19, karena kasus paparannya terus mengalami peningkatan sejak PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) transisi yang diberlakukan pada 5 Juni 2020 lalu.

Untuk mengerem peningkatan kasus itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengganti PSBB transisi dengan PSBB yang diberlakukan di awal Pandemi COVID-19.

Peningkatan kasus di masa PSBB transisi ini dinilai akibat masih banyaknya masyarakat yang abai untuk menjalankan protokol kesehatan.(rmn)



Apa Pendapatmu?