Alexa Metrics

Program AFT Menjawab Tuntutan Pendidikan di Abad 21

Program AFT Menjawab Tuntutan Pendidikan di Abad 21 Foto: Istimewa

indopos.co.id – Aditya Kemal dengan semangat bercerita bagaimana pengalaman mengikuti program Academy of Future Teacher (AFT). Lulusan SMA Kharisma Bangsa ini semula bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Namun setelah mengikuti program penguatan kompetensi dari Edukasi Universal Indonesia (Eduversal), ia kini bisa bekerja sesuai keinginannya. Yakni menjadi guru.

“Saya merasa tidak cocok bekerja di perusahaan swasta. Kemudian mencoba melamar menjadi guru. Ternyata tidak mudah. Dan saya ikut pelatihan program AFT,” ungkap Aditya Kemal dalam acara webinar di Jakarta, Sabtu (12/9/2020).

Menurut Aditya, menjadi seorang guru tidak cukup sekedar memberikan materi pelajaran kepada siswa. Apalagi di era globalisasi saat ini. Guru dituntut mampu memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar sendiri.

“Motivasi sangat penting. Tidak cukup intelektual dan moral saja. Sehingga guru bisa mendidik siswa menjadi berprestasi dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Ia mengatakan, program AFT penting mengajarkan kepada guru dari sisi siswa. Karena beban siswa tidak hanya harus menguasai materi pelajaran dari satu guru saja. “Ini jadi tekanan berat bagi siswa. Program AFT meringankan beban siswa dari sisi bahan ajar,” katanya.

Aditya mengaku mengikuti pelatihan AFT selama enam bulan. Hal itu disebabkan pandemi Covid-19. Kini ia berhasil meniti karir sebagai guru mata pelajaran (Mapel) biologi di sebuah sekolah ternama.

“AFT penting bagi guru di tengah tuntutan pembelajaran masa depan, seperti saat ini misalnya dengan pembelajaran berbasis daring,” ucapnya.

Sementara itu, Project Manager AFT Andry Nur Hidayat mengatakan, program AFT sudah ketiga kali dilaksanakan. Program ini untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi guru di masa depan.

“Tidak cukup kuantitas, namun kualitas guru di era globalisasi dituntut mampu berkontribusi positif bagi pendidikan nasional,” ujarnya.

Guru di abad 21, menurutnya harus mampu melakukan transfer ilmu yang dimilikinya kepada siswa. Tentu ini bisa dilakukan dengan modal kompetensi.

“Keuntungan mengikuti program AFT ini peserta punya mentor kegiatan selama 24 Minggu. Mereka memiliki kesempatan praktik dan dipekerjakan jadi guru di 10 sekolah mitra Eduversal,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, di tahun ketiga program AFT kini menjaring tujuh pendidikan (prodi). Di tahun sebelumnya hanya lima Prodi. Di antaranya Prodi PGSD, PG Paud, olahraga, seni dan musik serta sains.

“Saat untuk pendaftaran sudah kami buka, sejak 1 September lalu dan akan kita tutup pada akhir bulan ini,” bebernya.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Eduversal Dwi Prajitno Wibowo. Dia mengatakan, program AFT bertujuan mempersiapkan guru di abad 21 yang dibutuhkan di masa depan. Guru yang mampu mempersiapkan murid-muridnya dengan bekal kompetensi abad 21.

“Berbagai materi telah kami siapkan untuk menjaring calon-calon guru masa depan. Di antaranya seminar pendidikan dengan berbagai topik, bedah kurikulum, micro-teaching, diseminasi metodologi belajar dan mengajar,” bebernya.

Ia menuturkan, pada pelaksanaan AFT tahun lalu Prodi bahasa Inggris paling banyak diminati. Dengan melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).

“Program AFT banyak diminati mahasiswa dari PTN dan PTS, di antaranya kampus dari Aceh, Undip, ITB, UIN, kampus dari Kalsel dan perguruan tinggi lainnya,” ujarnya.
(mdo)



Apa Pendapatmu?