Putar Otak Hadapi Pandemi Corona

indopos.co.id – Pandemi penyebaran COVID-19 di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya membuat para pengusaha restoran, pedagang kaki lima (PKL), UMKM, UKM, usaha gerobakan harus memutar otak, kreatif dan berinovasi.

“Karena di tengah-tengah pandemi COVID dan juga PSBB Transisi ini jika kita tidak mempunyai kreativitas dan inovasi dalam urusan ‘nafkah untuk keluarga’ maka kita semua akan ‘mati yang sangat menyedihkan’. Arti mati yang menyedihkan itu adalah tidak mempunyai penghasilan karena pandemi COVID, dan mati karena tidak bisa makan,” ujar Direktur Utama PT Elite Berkah Cakrawala Oca Jameela di Jakarta pada INDOPOS, beberapa waktu lalu.

Oca mengungkapkan, membangun usaha ayam geprek saat pandemi COVID-19 dan PSBB. Terlebih Pemprov DKI Jakarta yang akan memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di Jakarta.

“Kita membuat sistem penghasilan, jika terjadi PSBB dan pandemi, penyakit lain yang lebih mematikan dari COVID. Sebuah usaha tetap terlaksana dengan baik dan akhirnya menengah ke bawah dapat mempunyai penghasilan,” pungkas dia.

Bila pandemi membuat semua aktivitas mati maka negara akan hancur. Hancur karena pandemi atau hancur karena kelaparan. “Akhirnya, kami berpikir bagaimana cara kita mempunyai penghasilan yang pada saat pandemi tetap selalu berjalan, pada saat PSBB pun usaha tetap berjalan,” tutur dia.

Gerobak Geprek Jameela, tambah dia, menggunakan gowes itu adalah solusinya dengan mengikuti aturan protokol kesehatan. “Kami akan memakai sistem digital pemesanan melalui digital. Bekerja sama dengan go-food/gojek maka makanan yang dipesan akan langsung diterima di rumah masing-masing. Agar tidak ada massa berkumpul. Juga tidak ada yang namanya kumpul nongki-nongki karena sistem kita gowes dan kita yang melayani mereka,” pungkas dia. (ibl) 

Baca Juga :

Umrah saat Pandemi? Ini Aturannya

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.