Alexa Metrics

Ini 11 Sektor Usaha Boleh Beroperasi Saat PSBB Jakarta

Ini 11 Sektor Usaha Boleh Beroperasi Saat PSBB Jakarta BERI PERNYATAAN – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat konferensi pers penerapan PSBB di kantornya, Minggu (13/9/2020).

indopos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai besok, Senin (14/9/2020). Dia pun mengumumkan ada 11 sektor usaha yang tetap boleh beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dan membatasi kapasitas 50 persen.

Yakni sektor kesehatan, sektor bahan pangan makanan dan minuman, sektor energi, sektor komunikasi dan teknologi informasi, sektor keuangan perbankan sistem pembayaran dan pasar modal dan seluruh yang berada sistem keuangan di Indonesia.

“Kemudian, sektor logistik, sektor perhotelan, sektor konstruksi, sektor indusrtri strategis, sektor pelayanan dasar utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu. Serta ektor yang memfasilitasi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya ujar Anies dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (13/9/2020).

Adapun Kegiatan yang harus ditutup sementara selama dua pekan kedepan juga dijalankannya,  yakni meneruskan semua institusi pendidikan sekolah masih tetap tutup. Lalu seluruh kawasan pariwisata, taman rekreasi semua kegiatan hiburan tutup.”Begitu juga dengan taman kota, RPTRA. Fasilitas-fasilitas umum, yang terkait pengumpulan orang tutup

Sarana olah raga publik (olahraga dilakukan secara mandiri dilingkungan masing-masing). Kemudian kegiatan resepsi pernikahan. Seminar, konferensi semua dibatasi. Khusus pernikahan dan pemberkatan perkawinan dapat dilakukan di KUA atau di kantor catatan sipil,” beber Anies.

Dia juga menjelaskan ada kegiatan-kegitan esensial yang dapat beroperasi dengan kapasitas dibatasi. Temasuk kantor perwakilan negara asing, organisasi internasional, BUMN dan BUMD yang terlibat di dalam  penanganan COVID-19. Ormas lokal dan internasional yang bergerak dalam sektor kebencanaan.

Adapun terkait kantor pemerintahan, sesuai dengan peraturan menteri PANRB, zona resiko tinggi dibolehkan beropasi dengan maksimal 25 persen dari pegawai. ”Jakarta dua pekan kedepan akan beroperasi dalam status mengizinkan ASN, sebanyak 25 persen. Sesuai aturan Menteri PANRB,” jelas Anies.

Adapun pimpinan kata dia, berhak melakukan penyesuaian tentang pelayanan publik yang mendasar, lebih dari 25 persen. Misalnya terkait kebencanaan, penegakan hukum dan sektor lain.

Anies mengatakan, dalam setiap aktivitas kalau ditemukan kasus positif, dalam lokasi kegiatan maka seluruh semua usaha dan kegiatan tersebut harus ditutup paling sedikit 3 hari. Bukan hanya kantornya, semua gedung harus tutup 3 hari. “Kemudian beberapa kegiatan bisa beroperasi tapi dengan kondisi tertentu,” jelasnya.

Yakni kata dia, restoran, rumah makan, kafe, bisa beroperasi hanya dengan memberikan pengantaran atau ambil bawa pulang. Tapi tidak diijinkan untuk menerima pengunjung yang ingin makan di tempat usaha tersebut.”Beroperasi bisa, hanya pesan antar,” jelas Anies.

Adapun untuk tempat ibadah, dilingkungan pemukiman yang digunakan warga,  dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen. “Tetapi tempat ibadah, yang dikunjungi peserta dari berbagai komunitas atau lokasi, dan tempat ibadah di kampung-kampung komplek yang zona merah itu tidak diijinkan beroperasi. Jadi misalnya masjid raya, harus ditutup dulu. Tapi tempat ibadah di komunitas tetap bisa dijalankan,” jelas Anies.

Kemudian kata dia, terkait kegiatan perkantoran swasta, yang masuk kategori non esensial tempat ini bisa beroperasi dengan pembatasan kapasitas. “Pimpinan kantor dan tempat kerja wajib mengatur mekanisme kerja dari rumah bagi para pegawai,” ujar Anies.

Apabila sebagian pegawai harus bekerja di kantor. Maka pimpinan tempat kerja wajib membatasi paling banyak 25 persen pegawai berada dalam tempat kerja dalam waktu bersamaan.”Pasar dan pusat perbelanjaan juga dapat beroperasi dengan menetapkan batasan kapasitas paling banyak 50 persen pengunjung yang berada dalam lokasi bersamaan. Tetapi restoran rumah makan kafe yang berada di dalamnya, hanya boleh menerima pesan antar dan bawa pulang,” pungkasnya. (dai)



Apa Pendapatmu?