Alexa Metrics

Jelang Pilkada Sulut, Elektabilitas Olly Dondokambey-Steven Kandouw Capai 68,1 Persen

Jelang Pilkada Sulut, Elektabilitas Olly Dondokambey-Steven Kandouw Capai 68,1 Persen Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama Masloman saat memaparkan temuan hasil survei Pilkada (pemilihan kepala daerah) Sulawesi Utara, di Manado, Sulut, Minggu (13/9/2020).

indopos.co.id – Temuan terkini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan elektabilitas pasangan calon gubernur dan calon gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey – Steven Kandouw mencapai 68,1 persen. Yakni jelang Pilkada serentak 2020, yang akan digelar 9 Desember 2020.

“Saat ini elektabilitas pasangan Olly Dondokambey – Steven Kandouw mencapai 68,1 persen,” kata peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman, di Manado, Sulut, Minggu (13/9/2020).

Sejak April 2020, elektabilitas ketiga pasangan calon yang bersaing, memiliki tren peningkatan dari bulan April ke bulan Agustus. Namun tren peningkatan merata dan tidak ada signifikan pada posisi urutan elektabilitas.

Survei LSI Denny JA bertajuk ‘Tiga Bulan Jelang Pilkada Sulut Kekuatan Para Kandidat di Enam Kantong Pemilih Penting, Sebelum Masa Kampanye’ dilakukan pada 22- 29 Agustus 2020, dengan menggunakan 800 responden.

Survei dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Margin of error survei ini adalah 3,5 persen. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD (focus group discussion) analisis media dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

Ikram menjabarkan, keunggulan pasangan Olly – Steven didasari oleh keunggulan pada kantong-kantong pemilih penting. Kantong pertama yang penting adalah kantong pemilih emak-emak yaitu pemilih perempuan dan profesi ibu rumah tangga.

“Kantong kedua yang penting adalah kantong pemilih protestan. Populasi pemilih ini base pemilihnya paling besar yaitu 64 persen. Dalam pertarungan yang mengikutsertakan tiga kontestan, perebutan segmen ini menjadi penting. Survei LSI menunjukkan bahwa Olly – Steven masih unggul di kantong pemilih protestan,” jelas Ikram.

Kantong ketiga yang penting adalah kantong pemilih muslim. Populasi pemilih ini base pemilihnya cukup besar yaitu 30,4 persen. Meski satu dari tiga kandidat memiliki pasangan beragama muslim, namun potret elektabilitas pemilih muslim cenderung tidak terasosiasi secara linier.

Dimana Survei LSI menunjukkan bahwa Olly – Steven masih unggul di kantong pemilih islam. Dukungan terhadap Olly – Steven pada segmen pemilih ini mencapai 67,6 persen. “Di kantong pemilih milenial ini, menunjukkan bahwa Olly – Steven didukung mayoritas,” jelas Ikram.

Kantong Kelima yang penting adalah kantong pemilih kalangan terpelajar. Populasi pemilih ini hanya sebesar 11,9 persen. Namun sekali lagi dalam pertarungan elektoral yang kompetitif dengan lebih dua kandidat, populasi 11,9 persen cukup signifikan.

“Selain itu pemilih kaum terpelajar cukup penting karena kemampuan mereka mempengaruhi opini publik. Di kantong pemilih ini, Olly – Steven unggul dibanding pasangan calon lainnya,” jelas Ikram.

Kantong keenam yang penting adalah kantong suara pemilih etnis atau suku. Mereka yang disebut pemilih yang berasal dari tiga etnis terbesar yaitu, Minahasa, Sangir/Sangihe, dan Bolaang Mongondouw dimana basis pemilihnya jika digabungkan mencapai 77,3 persen, pasangan Olly – Steven mengungguli di ketiga segmen tersebut

Namun masuk masa kampanye dan tiga bulan menjelang pilkada, Di masa kampanye, para kandidat berpeluang untuk menarik simpati dan dukungan pemilih yang belum menentukan pilihan. Di masa kampanye pun, bisa terjadi dinamika dukungan para kandidat.

“Namun jika tidak terjadi suatu kejadian luar biasa, dukungan petahana tidak akan berubah signifikan,” pungkasnya.(mdo)



Apa Pendapatmu?