Alexa Metrics

12 Hari Terakhir Kasus COVID-19 Meningkat, Ini Alasan Anies Berlakukan PSBB

12 Hari Terakhir Kasus COVID-19 Meningkat, Ini Alasan Anies Berlakukan PSBB Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta Kamis, (10/9/2020). Foto: Instagram/@dkijakarta

indopos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan sejumlah alasan diterapkannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (14/9/2020) besok. Salah satunya adalah RS DKI terancam penuh dan peningkatan kasus COVID-19 dalam 12 terakhir mengkhawatirkan.

“September memang terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan. Pada tanggal 30 agustus, akhir Agustus, kasus aktif di Jakarta 7.960. Pada saat itu kita menyaksikan di bulan Agustus kasus aktif menurun,” kata Anies dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Tetapi memasuki bulan September, sampai tanggal 11 September kemarin, jadi 12 hari pertama bertambah sebesar 3864 kasus atau sekitar 49 persen dibandingkan akhir Agustus. Sejak pertama kali kasus COVID-19 diumumkan pada 3 Maret 2020, kata Anies, angka pergerakan kasus COVID-19 di Jakarta hingga 11 September 2020 selalu bergerak dinamis.

Namun dalam rentang waktu akhir 30 Agustus hingga 11 September 2020, kata Anies, telah menyumbang 25 persen angka peningkatan COVID-19. ”Meskipun yang sembuh juga kontribusinya 23 persen, yang meninggal dalam 12 hari terakhir 14 persen,” ujarnya.

Atas pertimbangan itu, Pemprov DKI berinisiatif menerapkan Pergub Nomor 88 Tahun 2020 untuk menggantikan Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB. Dalam aturan baru tersebut tercantum lima faktor yang diatur dalam PSBB.

Pertama, pembatasan sosial, ekonomi, keagamaan, kebudayaan, pendidikan dan lain lain. Kedua, pengendalian mobilitas. Ketiga, rencana isolasi yang terkendali. Keempat, pemenuhan kebutuhan pokok dan yang kelima adalah penegakan sanksi.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Prof Wiku Adisasmito mengatakan, keluarnya Peraturan Gubernur nomor 88/2020 tentang PSBB ini muncul karena ada perkembangan kasus di DKI. “Ini sudah berkoordinasi dengan satgas dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Dengan kondisi yang berkembang dilakukan PSBB lagi. Dengan harapan kasus terkendali, penyebaran COVID-19 bisa dicegah. Ekonomi berjalan. “Pada prinsipnya pemerintah pusat selalu mendukung pemerintah daerah. Agar kasus ini terus menurun,” pungkasnya. (dai)



Apa Pendapatmu?