Alexa Metrics

Terapkan Protokol Kesehatan, 3.685 Kamar Hotel Tersedia di The Nusa Dua

Terapkan Protokol Kesehatan, 3.685 Kamar Hotel Tersedia di The Nusa Dua Petugas saat mengecek pengunjung sebelum memasuki kawasan The Nusa Dua, Bali.

indopos.co.id – Kunjungan wisatawan di kawasan pariwisata The Nusa Dua meningkat sejak dibuka pada 31 Juli.

Peningkatan Destinasi pariwisata terpadu yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB ini, terlihat dari jumlah tenant hotel yang beroperasi.

Dari 7 tenant dengan 2.410 kini mencapai 3.685 kamar yang dioperasikan oleh 12 tenant hotel. Selain 12 tenant hotel, telah beroperasi juga Bali Collection dan Museum Pasifika, yang semuanya telah memperoleh Sertifikat Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali sebagai syarat pengoperasian usaha dan destinasi wisata di era adaptasi kebiasaan baru.

Di luar itu masih ada 13 tenant yang tengah dalam proses sertifikasi, dan sebagai sebuah destinasi pariwisata terpadu, The Nusa Dua sendiri juga telah memperoleh Sertifikat Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan mengatakan, sejak dibuka kembali bagi kunjungan wisnus pada 31 Juli lalu, bisnis pariwisata di The Nusa Dua mulai berangsur-angsur bergerak kembali.

“Peningkatan operasional ini kami barengi dengan penyiapan dan monitoring penerapan protokol kesehatan tersertifikasi yang ketat, untuk menjadikan The Nusa Dua
sebagai destinasi pariwisata yang aman dan nyaman di tengah Pandemi,” katanya.

Penyiapan protokol tersertifikasi di The Nusa Dua ini telah meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap The Nusa Dua yang terwujud dalam mulai meningkatnya occupancy rate dan terselenggaranya sejumlah kegiatan instansi pemerintah maupun swasta.

“Meningkatnya jumlah kamar tersedia, occupancy rate, serta jumlah kegiatan di The Nusa Dua, telah memberikan dampak terhadap bekerjanya kembali pekerja wisata yang selama ini dirumahkan serta peningkatan taraf ekonomi mereka karena sudah bisa mulai bekerja kembali,” ujar Managing  Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita.

Sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan di Kawasan The Nusa Dua, pemeriksaan kesehatan dimulai dari pintu gerbang utama The Nusa Dua dengan memeriksa kendaraan dan pengunjung, pemeriksaan identitas diri dan reservasi tempat yang dituju yang merupakan salah satu syarat masuk ke kawasan The Nusa Dua.

ITDC akan memastikan wisatawan menggunakan masker selama beraktivitas dalam kawasan, selalu mencuci tangan dengan teratur dan melakukan physical distancing.

Untuk memastikan pelaksanaan physical distancing, ITDC menerapkan crowd management dengan membatasi jumlah pengunjung di suatu lokasi maksimal 25 orang, dan menerapkan queue and interaction management dengan mengatur jarak antrean pengunjung sehingga dapat mencegah penumpukan pengunjung.

ITDC juga menggunakan sistem cashless berupa penggunaan sistem QRIS untuk transaksi wisatawan di seluruh area The Nusa Dua sehingga mengurangi interaksi melalui sentuhan. Selain menggunakan QRIS, pengunjung dapat menggunakan debit dan kartu kredit semua Bank, e–Wallet, e-Money semua bank dan online channel untuk bertransaksi.

Selain itu, fasilitas penunjang pelaksanaan protokol kesehatan juga telah disiapkan di dalam kawasan antara lain tempat cuci tangan sebanyak 5 lokasi, signage physical distancing sebanyak 14 titik dan toilet.

Untuk memastikan tingkat hygene kawasan, kegiatan penyemprotan disinfektan juga dilakukan secara rutin dan terjadwal sebanyak 2 kali sehari. Sebagai pengelola kawasan, ITDC juga terus memberikan imbauan kepada tenant dan pengunjung agar selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten.

“Kami terus melakukan promosi kawasan The Nusa Dua dan menginformasikan protokol kesehatan yang telah kami terapkan melalui berbagai kanal komunikasi agar kepercayaan masyarakat terhadap keamanan The Nusa Dua terus meningkat sehingga mereka tidak ragu untuk memilih The Nusa Dua sebagai tempat berwisata mereka di masa tatanan kehidupan era baru ini. Kami percaya dengan protokol kesehatan yang telah kami terapkan serta dukungan dari semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten, kawasan The Nusa Dua akan terus steril dari penularan COVID-19 sekaligus dapat membangkitkan kembali bisnis pariwisata di The Nusa Dua dan Bali,” tutup Ngurah Ardita.(mdo)



Apa Pendapatmu?